TANGERANG, Cakra101.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan terus mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional melalui keberlanjutan kebijakan insentif kendaraan listrik, penguatan iklim investasi, serta peningkatan daya saing industri menuju era kendaraan rendah emisi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam GAIKINDO International Automotive Conference di ICE BSD, Tangerang, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menkeu mengungkapkan bahwa perkembangan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Dalam empat tahun terakhir, pangsa pasar kendaraan listrik meningkat hampir 15 kali lipat. Ke depan, pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memastikan transisi tersebut mampu mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah domestik, serta memperkuat daya saing industri nasional.
Pemerintah juga memastikan kebijakan insentif kendaraan listrik akan tetap berlanjut. Dalam waktu dekat, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan paket stimulus baru bagi kendaraan listrik, termasuk dukungan untuk sekitar 500 ribu sepeda motor listrik dan mobil listrik melalui insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
“Presiden Prabowo ingin mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak secara signifikan. Itulah sebabnya kita terus mendorong pengembangan kendaraan listrik. Kebijakan ini tidak akan dihentikan, justru akan terus dilanjutkan,” jelas Menkeu.
Menurut Menkeu, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia.
Perbaikan Iklim Investasi Jadi Prioritas
Selain memberikan insentif fiskal, pemerintah berkomitmen memperbaiki iklim investasi agar proses investasi industri semakin cepat dan efisien. Menkeu mencontohkan percepatan investasi Hyundai sebagai bukti keberhasilan penyederhanaan birokrasi, di mana proses mulai dari penyampaian komitmen investasi hingga groundbreaking pabrik dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar empat bulan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Menkeu juga mengundang produsen otomotif global untuk memperbesar investasi di Indonesia, termasuk memindahkan fasilitas produksi regional ke Indonesia dengan dukungan berbagai insentif yang kompetitif.
Industri otomotif dinilai memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional karena mampu menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja dan didukung kapasitas produksi terpasang sekitar 2,6 juta kendaraan per tahun. Selain itu, sektor ini memiliki keterkaitan erat dengan berbagai industri lain, mulai dari baja, elektronik, bahan kimia, logistik, hingga sektor keuangan.
Menkeu menambahkan bahwa peningkatan permintaan kendaraan sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi nasional. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, semakin kuat pula daya beli masyarakat sehingga pasar otomotif domestik akan terus berkembang.
“Saya akan memperbaiki iklim investasi, sehingga Anda bisa berbisnis dengan baik dan memberi keuntungan yang baik. Jadi itu timbal balik. Saya ingin Indonesia menjadi base production for car manufacturers in the region and exported to regions or to the global countries, to the global economies,” tandas Menkeu.
Menutup paparannya, Menkeu menekankan pentingnya inovasi untuk meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia di masa depan.
“Mari kita jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, karena jika ini terjaga, maka industri otomotif juga akan maju,” pungkas Menkeu.
(MC101 – Kementerian Keuangan)
Ringkasan Berita:
- Pemerintah memastikan insentif kendaraan listrik tetap berlanjut untuk memperkuat industri otomotif nasional.
- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan paket stimulus baru, termasuk insentif PPnBM bagi sekitar 500 ribu sepeda motor listrik dan mobil listrik.
- Pemerintah terus memperbaiki iklim investasi agar proses investasi industri semakin cepat dan efisien.
- Industri otomotif menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja dengan kapasitas produksi mencapai 2,6 juta kendaraan per tahun.
- Menkeu mengajak produsen otomotif global memperbesar investasi di Indonesia agar menjadi basis produksi kendaraan untuk pasar regional dan global.