Beranda / Nasional / Wapres Gibran dan DPM Hun Many Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-Kamboja

Wapres Gibran dan DPM Hun Many Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-Kamboja

JAKARTA, Cakra101.comWakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus Menteri Pelayanan Sipil Kerajaan Kamboja, Hun Many, guna memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Kamboja melalui berbagai kerja sama prioritas.

Pertemuan yang berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (28/07/2026) tersebut membahas sejumlah agenda strategis dalam hubungan bilateral kedua negara, meliputi reformasi birokrasi, kepemudaan dan olahraga, serta penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berkaitan dengan praktik online scam.

Pertemuan ini merupakan bagian dari langkah Pemerintah Indonesia dalam mempererat kemitraan dengan negara-negara anggota ASEAN melalui kerja sama yang semakin erat dan saling menguntungkan. Upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya memperkokoh solidaritas, dialog, dan kolaborasi antarnegara ASEAN demi menjaga stabilitas serta mendorong kemajuan kawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran mendorong agar hubungan Indonesia dan Kamboja terus dikembangkan melalui kerja sama yang konkret dan responsif terhadap kebutuhan kedua negara, khususnya dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi.

“Kerjasama antarkedua negara di bidang reformasi birokrasi tentunya bisa diperdalam lagi, terutama terkait transformasi digital. Reformasi birokrasi menjadi salah satu program prioritas Bapak Presiden,” ujar Wapres.

“Karena kami ingin memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kita ingin birokrasi yang lebih gesit, bebas korupsi, dan juga transparan,” tambahnya.

Selain reformasi birokrasi, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Muhammad Anis Matta mengungkapkan bahwa Wapres Gibran bersama DPM Hun Many juga membahas penguatan kerja sama di bidang kepemudaan dan olahraga sebagai salah satu instrumen untuk mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara sekaligus mendorong pengembangan potensi generasi muda.

“Kemudian yang kedua ada masalah kerja sama dalam bidang kepemudaan dan olahraga,” ujar Anis usai pertemuan.

Salah satu perhatian dalam kerja sama olahraga adalah pengembangan olahraga disabilitas. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa DPM Hun Many memiliki perhatian besar terhadap pengembangan olahraga disabilitas, termasuk peningkatan kapasitas atlet Kamboja.

“Deputy Prime Minister Hun Many ini sangat konsen dengan olahraga disabilitas,” ujar Erick.

Dalam pembahasan tersebut, Kamboja juga menyampaikan keinginan untuk meningkatkan kapabilitas para atletnya melalui fasilitas olahraga yang telah terbangun di Kota Solo. Fasilitas tersebut dinilai memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi menjadi ruang kerja sama olahraga antara Indonesia dan Kamboja.

“Deputy Prime Minister ingin sekali supaya mereka bisa mendapat kesempatan untuk meningkatkan kapabilitas para atletnya di fasilitas yang ada di Solo yang sudah terbangun. Salah satu terbaik yang ada di Asia Tenggara,” kata Erick.

Agenda lainnya yang menjadi pembahasan adalah penanganan TPPO yang berkaitan dengan praktik online scam di Kamboja. Isu tersebut menjadi bagian dari kerja sama yang terus berlanjut antara Indonesia dan Kamboja, khususnya dalam upaya memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia.

“Pembicaraan yang ketiga, tapi ini pembicaraan yang terus berlanjut mengenai penanganan TPPO yang berhubungan dengan scam ya di Kamboja,” ujar Anis.

Melalui pertemuan ini, Wapres Gibran terus mendorong penguatan hubungan Indonesia dan Kamboja melalui kerja sama yang konkret, saling menguntungkan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Penguatan reformasi birokrasi, pengembangan kepemudaan dan olahraga, serta perlindungan WNI menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan Indonesia-Kamboja sekaligus memperkokoh kerja sama di kawasan ASEAN.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Kamboja untuk Indonesia Tean Samnang, Sekretaris Negara Kementerian Pelayanan Sipil Kamboja Sok Sabayna, Sektor Swasta Oknha Sam Ang Vattanac, Sekretaris Jenderal Sekretariat Umum Komite Reformasi Administrasi Publik Kamboja Chhun Socheat, Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar, dan Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Elizani T. X. Nadia Sumampouw.

(MC101 – Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden)

Ringkasan Berita:

  • Wapres Gibran menerima kunjungan DPM Hun Many di Istana Wakil Presiden, Jakarta untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Kamboja.
  • Pembahasan mencakup reformasi birokrasi, kepemudaan dan olahraga, serta penanganan TPPO terkait praktik online scam.
  • Wapres mendorong pendalaman kerja sama reformasi birokrasi, khususnya transformasi digital guna mewujudkan birokrasi yang gesit, transparan, dan bebas korupsi.
  • Kerja sama olahraga mencakup pengembangan olahraga disabilitas serta peluang peningkatan kapasitas atlet Kamboja melalui fasilitas olahraga di Kota Solo.
  • Pertemuan menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama konkret yang mendukung kepentingan masyarakat sekaligus mempererat kolaborasi di kawasan ASEAN.
Tag:

Media Sosial

Jelajahi Militer

Hot Topic