BEKASI, Cakra101.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis terus mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintah tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Tahun Anggaran 2026/2027, yakni pada minggu kedua Juli 2026.
Hal tersebut disampaikan Plt. Dirjen Prasarana Strategis, Kuswara, saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 di Kabupaten Bekasi, Jumat (12/6/2026). Dalam kunjungan tersebut dilakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendidikan sebelum dimanfaatkan oleh peserta didik.
Saat ini, progres pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 telah mencapai 83,91 persen. Proyek pembangunan tersebut dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya KSO Prima dengan nilai anggaran sebesar Rp262 miliar dan ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026.
“Secara nasional pembangunan Sekolah Rakyat melibatkan sekitar 84 ribu tenaga kerja, sedangkan di Kabupaten Bekasi menyerap sekitar 880 pekerja. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu sehingga sekolah siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027,” jelas Kuswara.
Lebih lanjut, Kuswara menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat ini memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Pada tahap awal, peserta didik yang akan menempati sekolah terdiri atas siswa baru dan peserta didik dari Sekolah Rakyat rintisan yang telah berjalan sebelumnya.
Sementara itu, Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Spesifik sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mengapresiasi progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi. Ia juga memberikan sejumlah masukan terkait penyempurnaan konsep sekolah berasrama, terutama pada aspek tata ruang dan pengasuhan peserta didik.
“Sekolah berasrama memiliki basis utama pada pengasuhan, sehingga desain kawasan dan integrasi antar ruang perlu mendukung proses pembinaan peserta didik secara optimal,” ujar Huda.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi mendukung pembangunan Sekolah Rakyat melalui penyediaan lahan yang akan dihibahkan kepada Kementerian Sosial serta pelaksanaan asesmen calon peserta didik.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi mendukung penuh program ini karena memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses pendidikan,” kata Endin.
Kompleks Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi terdiri atas 23 bangunan yang mencakup ruang belajar, asrama siswa dan guru, fasilitas olahraga, kantin, serta berbagai sarana pendukung lainnya. Mengingat keterbatasan lahan yang tersedia, sejumlah fasilitas dirancang multifungsi guna mendukung kegiatan pembelajaran maupun aktivitas siswa di lingkungan sekolah.
Melalui sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan, pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga siap mendukung kegiatan belajar mengajar pada Tahun Ajaran 2026/2027.
(MC101 – Biro Komunikasi Publik PU)