Beranda / Kementerian / Kemlu / Indonesia dan Peru Perkuat Kerja Sama Strategis, Bangun Jembatan Ekonomi Asia Tenggara–Amerika Selatan

Indonesia dan Peru Perkuat Kerja Sama Strategis, Bangun Jembatan Ekonomi Asia Tenggara–Amerika Selatan

LIMA, Cakra101.comIndonesia dan Peru menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis yang menghubungkan Asia Tenggara dan Amerika Selatan melalui penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, hingga koordinasi di berbagai forum internasional. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Peru Eric Anderson Machado di Lima, Peru, 27/7/2026.

Dalam pertemuan tersebut, Wamenlu Arrmanatha Nasir atau Wamenlu Tata menegaskan bahwa Peru memiliki posisi strategis sebagai gerbang Indonesia menuju kawasan Amerika Selatan.

“Peru bukanlah negara yang jauh di ujung dunia, namun justru sebaliknya, salah satu pintu masuk penting Indonesia ke Amerika Selatan,” ujar Wamenlu Tata.

Ia menambahkan bahwa letak geografis Peru yang menghadap Samudra Pasifik serta jaringan perdagangan yang terus berkembang menjadikan negara tersebut sebagai mitra penting bagi ekspansi produk maupun investasi Indonesia.

“Posisi Peru yang menghadap Pasifik dan jaringan dagangnya yang terus tumbuh, hal ini menjadikan Peru sebagai pintu gerbang yang strategis untuk masuknya produk dan investasi Indonesia ke kawasan Amerika Selatan.”

Sebaliknya, Indonesia juga menawarkan peluang besar bagi Peru untuk memperluas akses ke pasar ASEAN yang dihuni sekitar 700 juta penduduk.

“Jika Peru menjadi pintu gerbang Amerika Selatan untuk kita, Indonesia juga membuka akses pasar ke Asia Tenggara bagi Peru. Inilah wujud dari kemitraan yang win-win,” tegas Wamenlu Tata.

Kedua negara menilai hubungan bilateral saat ini berada dalam momentum yang sangat positif, ditandai oleh kunjungan resmi Presiden RI ke Peru dalam rangka menghadiri KTT APEC 2024, serta kunjungan kenegaraan Presiden Peru ke Indonesia pada 2025 yang menghasilkan penandatanganan Bab Perdagangan Barang Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA).

Dalam lima tahun terakhir, perdagangan Indonesia dan Peru tercatat tumbuh rata-rata 5,5 persen per tahun, bahkan meningkat hingga 18 persen pada 2025. Karena itu, kedua negara berkomitmen mempercepat ratifikasi Bab Perdagangan Barang IP-CEPA sekaligus melanjutkan perundingan Bab Perdagangan Jasa dan Investasi.

“Kalau tren seperti ini terus kita jaga, sayang sekali jika perundingan CEPA sektor lainnya tidak kita percepat,” ujar Wamenlu Tata.

Selain sektor perdagangan, kerja sama juga akan diperluas pada bidang investasi, pertanian, kelautan dan perikanan, kebudayaan, hingga pembangunan internasional. Indonesia dan Peru juga sepakat terus memperkuat koordinasi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun berbagai forum multilateral lainnya sebagai sesama negara berkembang.

Sebagai tindak lanjut, kedua negara menyepakati penyelenggaraan Forum Konsultasi Bilateral ke-7 pada 2027 di Indonesia guna mengevaluasi capaian kerja sama sekaligus menyusun agenda kemitraan berikutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenlu Tata turut menegaskan harapan Pemerintah Indonesia agar proses hukum atas kasus penembakan Penata Kanselerai Muda KBRI Lima pada September 2025 dapat segera dituntaskan secara menyeluruh.

“Melindungi warga negara dan diplomat kita di mana pun mereka bertugas bukanlah sekedar formalitas, hal ini merupakan tanggung jawab yang tidak bisa ditawar,” tegas Wamenlu Tata.

Pemerintah Peru menyampaikan komitmennya untuk terus mengusut kasus tersebut sekaligus memperkuat perlindungan bagi seluruh staf Perwakilan Republik Indonesia di Lima.

Kunjungan kerja Wamenlu Arrmanatha Nasir ke Peru dilaksanakan dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Pemerintah Republik Indonesia untuk menghadiri pelantikan Presiden Terpilih Peru pada 27–28 Juli 2026.

(MC101 – Ditjen IDP Kemlu)

Ringkasan Berita:

  • Indonesia dan Peru memperkuat kemitraan strategis sebagai penghubung Asia Tenggara dan Amerika Selatan.
  • Kedua negara berkomitmen mempercepat ratifikasi IP-CEPA serta melanjutkan negosiasi perdagangan jasa dan investasi.
  • Perdagangan bilateral tumbuh rata-rata 5,5 persen per tahun dan melonjak 18 persen pada 2025.
  • Forum Konsultasi Bilateral ke-7 akan digelar di Indonesia pada 2027.
  • Indonesia kembali menegaskan penyelesaian kasus penembakan diplomat KBRI Lima serta pentingnya perlindungan bagi seluruh diplomat RI.
Tag:

Media Sosial

Jelajahi Militer

Hot Topic