JAKARTA, Cakra101.com – Korps Marinir TNI Angkatan Laut terus memperkuat kapabilitas penerangan dalam menghadapi dinamika ruang digital melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Teknis Penerangan (Rakernispen) Korps Marinir Tahun 2026 yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar), Kolonel Marinir Rana Karyana, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., M.Han., CHRMP., di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (05/08/2026).
Mengusung tema “Mewujudkan Penerangan Korps Marinir yang Adaptif, Profesional, dan Terintegrasi dalam Mendukung Tugas Pokok Korps Marinir di Era Digital”, Rakernispen diikuti unsur penerangan dari jajaran Kolak Kormar, Pasmar 1, Denjaka, Lanmar Jakarta, dan RSMC secara tatap muka. Sementara itu, jajaran Pasmar 2, Pasmar 3, Brigif 4 Marinir/BS, Brigif 5 Marinir/BS, Lanmar Surabaya, Lanmar Sorong, Kolatmar beserta para Dansat PLP serta satuan penerangan Korps Marinir lainnya mengikuti kegiatan melalui video conference (Vicon).
Rakernispen menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta meningkatkan kemampuan penerangan dalam menghadapi perkembangan informasi di era digital. Kegiatan ini juga menghadirkan Adam Raditya N., praktisi media sosial, sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai strategi komunikasi digital, penguatan branding institusi, pengelolaan opini publik, hingga optimalisasi media sosial dalam menghadapi tantangan perang informasi dan perang kognitif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan foto bersama, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan sekaligus pembukaan Rakernispen oleh Kadispen Kormar, pemaparan materi, sesi diskusi dan tanya jawab, penyampaian kebijakan pimpinan beserta program kerja bidang penerangan, hingga penarikan kesimpulan, arahan, dan penutupan.
Dalam arahannya, Kadispen Kormar menegaskan bahwa perkembangan media sosial telah menjadikan ruang digital sebagai battlespace, sehingga fungsi penerangan harus berkembang, tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menjalankan operasi informasi terbatas untuk menjaga kredibilitas, kepercayaan publik, dan reputasi institusi.
“Di era ketika media sosial telah berkembang menjadi battlespace, fungsi penerangan harus berevolusi, tidak lagi hanya sebagai penyebar informasi, tetapi juga sebagai pelaksana operasi informasi terbatas yang mampu menjaga kredibilitas, kepercayaan publik, dan reputasi institusi.”
Menurutnya, upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan komunikasi publik dan diseminasi digital, pembinaan mental, moral, serta motivasi prajurit, disertai peningkatan kemampuan pemantauan media, analisis isu strategis, dan pelaksanaan counter opinion terhadap berbagai framing negatif yang berpotensi merugikan institusi.
Kadispen Kormar juga menekankan pentingnya implementasi prinsip Zero Leaks dan No Flexing sebagai budaya disiplin digital bagi seluruh prajurit. Setiap personel diingatkan untuk senantiasa menjaga kehormatan dan identitas Korps Marinir selama 24 jam di ruang digital, tidak mengunggah aktivitas kedinasan, latihan, alutsista, maupun fasilitas militer tanpa otorisasi, serta menghindari konten yang bersifat indisipliner, arogan, provokatif, maupun berpotensi memicu polemik di ruang publik.
Melalui Rakernispen Kormar Tahun 2026, Korps Marinir menargetkan terwujudnya kesamaan visi, langkah, dan pemahaman di seluruh jajaran penerangan dalam mengoptimalkan komunikasi publik yang cepat, akurat, profesional, adaptif, dan terintegrasi. Selain itu, penerapan chain of command yang didukung pengawasan aktif dari setiap komandan satuan terhadap disiplin digital personel diharapkan mampu menjaga keamanan informasi, kehormatan prajurit, sekaligus memperkuat reputasi Korps Marinir TNI Angkatan Laut di tengah dinamika ruang digital.
(MC101 – Dispen Kormar)
Ringkasan Berita:
- Rakernispen Korps Marinir 2026 digelar untuk memperkuat kapabilitas penerangan menghadapi tantangan ruang digital.
- Kadispen Kormar menegaskan fungsi penerangan harus berkembang menjadi bagian dari operasi informasi di era battlespace.
- Rakernispen menghadirkan praktisi media sosial Adam Raditya N. untuk membahas strategi komunikasi digital, branding, dan pengelolaan opini publik.
- Seluruh prajurit diingatkan menerapkan prinsip Zero Leaks dan No Flexing sebagai budaya disiplin digital.
- Forum ini bertujuan mewujudkan komunikasi publik Korps Marinir yang cepat, akurat, profesional, adaptif, dan terintegrasi.