Beranda / Nasional / Bank Indonesia Luncurkan 4 Program Transformasi UMKM Terpadu untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Bank Indonesia Luncurkan 4 Program Transformasi UMKM Terpadu untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA, Cakra101.com – Bank Indonesia (BI) meluncurkan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk Penciptaan Lapangan Kerja dan Ekonomi Kerakyatan sebagai upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta pada 22/6/2026 dan dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, pimpinan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian UMKM, perwakilan perbankan, asosiasi, pondok pesantren, serta pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Perry Warjiyo menegaskan bahwa UMKM merupakan fondasi utama penciptaan lapangan kerja sekaligus sumber lahirnya generasi wirausaha masa depan yang produktif dan berdaya saing. Menurutnya, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, penguatan UMKM menjadi salah satu kunci untuk menopang pertumbuhan ekonomi domestik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perry menjelaskan bahwa penguatan UMKM juga sejalan dengan program prioritas nasional dan implementasi Asta Cita dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024, UMKM memberikan kontribusi sebesar 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja, serta menyumbang 15 persen pangsa ekspor Indonesia.

“Meningkatnya risiko ketidakpastian ekonomi global, menuntut kemandirian ekonomi Indonesia melalui penciptaan wirausaha baru dan peningkatan kapasitas UMKM. Agar lebih berdampak, dilakukan pemilihan model bisnis terbaik dari UMKM binaan BI sehingga kesesuaian bisnisnya teruji di lapangan”, ujar Perry.

Lebih lanjut, Perry menegaskan bahwa Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu dirancang untuk menghasilkan dampak nyata melalui penciptaan wirausaha yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

Program tersebut dilaksanakan secara nasional dengan memanfaatkan jaringan 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia, didukung sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, lebih dari 3.000 UMKM binaan BI, serta lebih dari 1.500 pesantren yang telah diberdayakan.

Menurut Perry, kemampuan kewirausahaan menjadi kunci kemajuan UMKM yang dibangun melalui pendidikan kewirausahaan, evaluasi, dan implementasi model bisnis yang telah teruji.

“Motivasi yang kuat, semangat pantang menyerah, dan kemampuan membangun kerja sama merupakan fondasi penting bagi kemajuan UMKM”, pungkas Perry.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Bank Indonesia, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk pemberdayaan pondok pesantren.

Menurutnya, penguatan ekonomi pesantren merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi umat dan memperluas manfaat ekonomi syariah bagi masyarakat.

“Melalui sinergi yang kuat dan berkelanjutan, kita berharap ekonomi syariah, khususnya yang berbasis pondok pesantren, dapat semakin berkembang dan menghadirkan keberkahan yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, terdapat empat program unggulan yang menjadi bagian dari Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu tahun 2026.

Program pertama adalah Cangkir Barista, yang bertujuan meningkatkan daya saing industri kopi dari hulu hingga hilir melalui fasilitasi sertifikasi internasional kepada 400 barista serta pendampingan usaha pembukaan kedai kopi. Program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kopi yang terhubung dengan petani kopi dalam negeri dan importir kopi luar negeri.

Program kedua adalah Citra Nusa, yang dirancang untuk memperkuat daya saing UMKM wastra Indonesia di pasar ekspor. Melalui penguatan kapasitas teknis, kewirausahaan, dan inovasi desain produk kepada 300 pelaku UMKM, program ini diharapkan dapat memperluas peluang penetrasi pasar global.

Selanjutnya, program Air Berkah Indonesia ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) berbasis sumber daya lokal. Program tersebut menargetkan 200 pesantren pada tahun 2026.

Adapun program Tani Berkah Indonesia memanfaatkan teknologi greenhouse untuk meningkatkan produksi dan nilai ekonomi hasil pertanian pesantren, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta mendukung ketahanan pangan daerah. Implementasi program ini ditargetkan menjangkau 10 pesantren setiap tahun.

Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu selaras dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan daya saing UMKM, perluasan akses ekonomi dan keuangan, serta penciptaan lapangan kerja.

Program tersebut dirancang secara menyeluruh mulai dari penguatan kapasitas kewirausahaan, pendampingan usaha, inovasi produk, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar ekspor guna mencetak wirausaha baru yang produktif dan berdaya saing.

Bank Indonesia bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional yang produktif, inovatif, dan kompetitif. Melalui sinergi tersebut, ekonomi kerakyatan Indonesia diharapkan semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

(MC101 – Bank Indonesia)

Poin Penting:

  • Bank Indonesia meluncurkan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan lapangan kerja.
  • UMKM berkontribusi 60,5 persen terhadap PDB, menyerap 90 persen tenaga kerja, dan menyumbang 15 persen ekspor Indonesia.
  • Program dijalankan melalui jaringan 46 Kantor Perwakilan BI, lebih dari 3.000 UMKM binaan, dan 1.500 pesantren.
  • Empat program unggulan tahun 2026 meliputi Cangkir Barista, Citra Nusa, Air Berkah Indonesia, dan Tani Berkah Indonesia.
  • Program selaras dengan RPJMN 2025-2029 dan mendukung penguatan ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Emas 2045.
Tag:

Jelajahi Militer

Hot Topic