MANILA, Cakra101.com – Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong penguatan kemitraan ASEAN–Inggris yang semakin berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari pemberantasan penipuan daring, transisi energi yang inklusif, hingga pengembangan sumber daya manusia. Hal tersebut disampaikan dalam ASEAN-UK Post-Ministerial Conference yang berlangsung di Manila, Filipina, 22 Juli 2026.
Mengawali pernyataannya, Menlu Sugiono menyoroti kerugian akibat penipuan daring di kawasan Asia Tenggara yang mencapai USD 23,6 miliar dalam satu tahun. Menurutnya, kemitraan ASEAN dan Inggris diharapkan mampu memperkuat upaya bersama dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara tersebut.
“Jaringan penipuan dapat beroperasi dari kawasan kita, tetapi dana hasil kejahatannya bergerak lintas batas melalui sistem keuangan global. Dana yang berpindah dapat ditelusuri,” ujar Menlu Sugiono.
Karena itu, Indonesia mendorong pemanfaatan kapasitas Inggris di bidang intelijen keuangan dan penegakan hukum untuk memperkuat kemampuan ASEAN dalam mencegah kejahatan, mendeteksi jaringan pelaku, melindungi korban, serta menelusuri aliran dana hasil penipuan.
“Inilah bentuk kemitraan yang konkret. Kerja sama harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Menlu Sugiono.
Selain penanggulangan kejahatan lintas negara, Menlu RI menekankan bahwa prinsip yang sama perlu diterapkan dalam kerja sama transisi energi. Indonesia mengapresiasi keberadaan ASEAN-UK Green Transition Fund serta mendorong implementasinya agar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, termasuk komunitas di wilayah terpencil.
“Ketika transisi energi menjangkau semua kalangan, manfaatnya bukan hanya energi bersih, tetapi juga kesejahteraan bersama,” ungkap Menlu Sugiono.
Indonesia juga menyambut kontribusi ASEAN-UK Chevening Scholarships dalam mempersiapkan generasi penerus yang akan memperkuat kemitraan ASEAN–Inggris pada masa mendatang melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menlu Sugiono turut menegaskan bahwa kemitraan yang berpusat pada masyarakat harus tercermin dalam respons terhadap situasi di Palestina. Indonesia menyambut pengakuan Inggris terhadap Negara Palestina sebagai keputusan yang memiliki arti penting.
Menurut Menlu RI, Inggris sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB memiliki tanggung jawab khusus dalam mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
“Konsistensi adalah ukuran kredibilitas. Kemitraan ASEAN-Inggris dapat menjadi contoh bahwa kawasan kita merupakan ruang kolaborasi, bukan arena rivalitas,” pungkas Menlu Sugiono.
Inggris menjadi Mitra Wicara ASEAN sejak 2021. Pada pertemuan kali ini, para menteri mengadopsi Plan of Action to Implement the ASEAN–United Kingdom Dialogue Partnership 2027–2031 serta ASEAN-UK Joint Ministerial Statement on Cooperation on the ASEAN Outlook on the Indo-Pacific: Advancing Together.
Kedua dokumen tersebut menjadi acuan penguatan kerja sama ASEAN–Inggris di berbagai bidang, meliputi perdamaian dan keamanan, penanggulangan kejahatan lintas negara, transisi hijau, konektivitas, serta pengembangan sumber daya manusia.
Pernyataan/Statement Menlu Sugiono:
Terima kasih, Ketua Bersama, Yang Mulia, Yang Mulia Sekretaris Asing Ed Miliband, selamat atas pengangkatan Anda sebagai Sekretaris Negara untuk Urusan Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan. Dan juga, saya menyambut hangat Anda dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN yang pertama bagi Anda.
Izinkan saya memulai dengan sebuah angka: 23,6 miliar dolar AS. Itulah kerugian yang harus ditanggung oleh masyarakat Asia Tenggara akibat penipuan daring (online scams) dalam satu tahun saja. Hampir dua dari tiga orang dewasa di kawasan kita menjadi sasaran. Penipuan ini mungkin dimulai di sini. Namun uang tersebut bergerak melintasi batas negara, melalui sistem keuangan global dan pusat-pusat keuangan utamanya. Dan apa yang bisa dipindahkan, pasti bisa dilacak.
Di sinilah kemitraan kita menjadi konkret. Inggris membawa intelijen keuangan dan jangkauan penegakan hukum. Dan bersama-sama kita dapat mencegah, mendeteksi, melindungi korban, serta melacak aliran uang tersebut. Saat kita mengadopsi Rencana Aksi baru kita dan Pernyataan Bersama tentang Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik hari ini, inilah standar yang diusulkan Indonesia: kerja sama yang benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat kita.
Manfaat nyata yang sama juga harus diperluas ke sektor energi. Indonesia memuji Dana Transisi Hijau ASEAN-Inggris (ASEAN-UK Green Transition Fund), dan mendorong implementasi yang menjangkau mereka yang paling membutuhkan, termasuk komunitas terpencil. Karena ketika transisi menjangkau semua orang, hal itu menghasilkan lebih dari sekadar energi bersih. Hal itu menghadirkan kemakmuran bersama.
Begitu pula dengan berinvestasi pada manusia. Beasiswa Chevening ASEAN-Inggris sedang mempersiapkan generasi yang akan membawa kemitraan ini ke depan.
Yang Mulia,
Semua hal yang saya sampaikan bermuara pada satu hal: masyarakat. Dan menempatkan masyarakat sebagai prioritas tidak boleh berhenti di kawasan kita sendiri. Hari ini, tidak ada masyarakat yang memikul beban lebih berat daripada masyarakat Palestina. Dan Indonesia menyambut baik pengakuan Inggris terhadap Negara Palestina, sebuah keputusan yang sangat penting dan sangat kami hargai.
Tugas bersama kita sekarang adalah menyelaraskan pengakuan tersebut dengan perlindungan: terhadap warga sipil, akses kemanusiaan, dan jalan menuju solusi dua negara.
Sebagai Anggota Tetap Dewan Keamanan, Inggris memikul tanggung jawab khusus, karena konsistensi adalah mata uang dari kredibilitas. Konsistensi itulah yang juga ditawarkan ASEAN kepada dunia: sebuah platform untuk kolaborasi, bukan arena untuk rivalitas.
Dan biarkan kemitraan ini membuktikannya.
Terima kasih.
(MC101 – Ditjen IDP Kemlu)
Ringkasan Berita:
- Indonesia mendorong kemitraan ASEAN–Inggris yang lebih erat untuk menghadapi tantangan global melalui kerja sama yang berorientasi pada masyarakat.
- Menlu Sugiono menyoroti kerugian akibat penipuan daring di Asia Tenggara yang mencapai USD 23,6 miliar dalam satu tahun dan mendorong kerja sama intelijen keuangan serta penegakan hukum.
- Indonesia mengapresiasi ASEAN-UK Green Transition Fund dan mendorong transisi energi yang inklusif hingga menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
- ASEAN-UK Chevening Scholarships dinilai berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia dan generasi penerus kemitraan kedua pihak.
- Pertemuan mengadopsi dua dokumen strategis sebagai pedoman penguatan kerja sama ASEAN–Inggris di bidang keamanan, konektivitas, transisi hijau, dan pembangunan SDM.