Beranda / Nasional / Menkeu: Realisasi APBN Semester I 2026 Tetap Sehat di Tengah Ketidakpastian Global

Menkeu: Realisasi APBN Semester I 2026 Tetap Sehat di Tengah Ketidakpastian Global

JAKARTA, Cakra101.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa kinerja APBN Semester I 2026 tetap sehat dan terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hingga akhir Juni 2026, pendapatan negara mencatat pertumbuhan yang kuat yang didukung oleh meningkatnya penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu saat menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (07/07/2026).

“Secara keseluruhan, capaian semester I menunjukkan bahwa momentum penerimaan negara berada pada jalur yang positif,” ungkap Menteri Keuangan.

Dari sisi belanja, Menkeu menjelaskan bahwa hingga Semester I 2026, belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp1.298,6 triliun, atau meningkat 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Belanja negara tersebut difokuskan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional, antara lain pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran bantuan sosial seperti Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, Kartu Sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), serta pembayaran gaji aparatur termasuk THR dan gaji ke-13.

Sementara itu, transfer ke daerah telah mencapai Rp357,4 triliun atau 51,6 persen dari pagu APBN, yang menjadi realisasi tertinggi dalam lima tahun terakhir.

APBN juga tetap menjalankan fungsinya sebagai shock absorber melalui kebijakan fiskal yang menjaga stabilitas ekonomi, termasuk mempertahankan harga BBM bersubsidi guna melindungi daya beli masyarakat. Pemerintah pun terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar belanja negara semakin efektif dalam mendukung pembangunan.

“Peningkatan realisasi belanja pemerintah pusat pada tahun 2026 ini menjadi katalisator untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di semester pertama tahun 2026,” ungkapnya.

Adapun defisit APBN tercatat sebesar Rp734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan masih berada pada tingkat yang terkendali.

Menkeu menegaskan pemerintah akan terus menjaga kesehatan APBN, meningkatkan kualitas belanja, serta mengoptimalkan penerimaan negara tanpa menaikkan tarif pajak.

“APBN 2026 bekerja keras mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan mendukung agenda prioritas pembangunan nasional dengan tetap menjaga tata kelola keuangan yang sehat, kredibel, dan akuntabel,” tutupnya.

(MC101 – Biro KLI Kemenkeu)

Ringkasan Berita:

  • Kinerja APBN Semester I 2026 tetap sehat dan terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
  • Belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun atau meningkat 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
  • Transfer ke daerah mencapai Rp357,4 triliun atau 51,6 persen dari pagu APBN, menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
  • Defisit APBN tercatat sebesar Rp734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap PDB dan masih terkendali.
  • Pemerintah berkomitmen menjaga kesehatan APBN, meningkatkan kualitas belanja, dan mengoptimalkan penerimaan negara tanpa menaikkan tarif pajak.
Tag:

Media Sosial

Jelajahi Militer

Hot Topic