TAPANULI TENGAH, Cakra101.com – KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong merupakan kunci utama dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan program pipanisasi air bersih dan kegiatan reboisasi di kawasan Biara OSF San Damiano, Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (8/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program TNI AD Manunggal Air yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh akses air bersih sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penghijauan di sekitar sumber mata air.
“Diperlukan kebersamaan antara rakyat dan TNI untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian, berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat dapat diatasi dengan lebih baik,” ujar KASAD.
Pembangunan jaringan pipanisasi sepanjang 1.700 meter tersebut memanfaatkan sumber air dari Mata Air Bukit Laverna Pandan dan kini telah dimanfaatkan oleh sekitar 500 kepala keluarga yang tinggal di sekitar kawasan Biara OSF San Damiano.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi solusi penting bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih, terutama saat musim kemarau.
Menurut KASAD, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, TNI AD terus berupaya menghadirkan berbagai program yang manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan.
“Yang paling penting dari program ini adalah masyarakat dapat memperoleh air bersih dengan lebih mudah. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan rumah tangga, kegiatan sosial, maupun aktivitas keagamaan masyarakat sehari-hari,” imbuhnya.
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, KASAD yang didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak juga meninjau pembangunan jembatan modular (Bailey) di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan jembatan yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi warga.
Lebih lanjut, KASAD menekankan bahwa keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari proses pembangunannya, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Karena itu, pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun perlu dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pihak terkait.
“Kami berharap fasilitas ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. TNI AD hadir untuk membantu membangun, tetapi keberlangsungan program sangat ditentukan oleh kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam merawatnya,” tegas KASAD.
Di akhir kegiatan, KASAD juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong, menjaga sumber air, serta melestarikan lingkungan sekitar.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang.
Program TNI AD Manunggal Air dan kegiatan reboisasi ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui kolaborasi, gotong royong, dan kebersamaan antara TNI dan rakyat.
(MC101 – Dispenad)