SUBANG, Cakra101.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke kawasan pengembangan Proyek Mobil Nasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026). Kunjungan tersebut bertujuan meninjau perkembangan pembangunan fasilitas manufaktur sekaligus memastikan kesiapan kawasan yang diproyeksikan menjadi salah satu instalasi strategis nasional dalam mendukung penguatan industri dan perekonomian Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan menerima paparan dari Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, mengenai rencana pengembangan kawasan industri otomotif terintegrasi yang pada tahap awal dibangun di atas lahan seluas 60 hektare dengan target kapasitas produksi mencapai 50.000 unit kendaraan per tahun.
Ke depan, kawasan tersebut direncanakan berkembang menjadi ekosistem manufaktur terintegrasi seluas 539 hektare dengan kapasitas produksi hingga 300.000 unit kendaraan per tahun, sehingga diharapkan mampu menjadi salah satu pusat industri otomotif nasional yang berdaya saing tinggi.
Menhan menegaskan bahwa pembangunan industri nasional berbasis teknologi dan manufaktur modern memiliki nilai strategis bagi kemandirian bangsa. Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan produksi nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi yang tangguh melalui penguasaan teknologi, peningkatan daya saing industri, dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Untuk memastikan kesiapan pengembangan kawasan, Menhan meninjau sejumlah lokasi yang akan menjadi fasilitas utama, antara lain pusat produksi kendaraan, pusat rekayasa kendaraan, fasilitas pengujian, serta berbagai sarana pendukung lainnya yang telah masuk dalam masterplan pengembangan kawasan industri tersebut.
Dengan kapasitas produksi yang direncanakan, proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Subang dan wilayah sekitarnya melalui peningkatan investasi, berkembangnya industri pendukung, serta pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.
Diperkirakan, proyek strategis tersebut dapat menyerap hingga sekitar 2.000 tenaga kerja, sekaligus menjadi katalisator pertumbuhan sektor industri manufaktur nasional yang berkelanjutan.
Menhan berharap sinergi antara pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar proyek Mobil Nasional berjalan sesuai rencana dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, proyek ini juga diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat kemandirian industri nasional yang berkontribusi terhadap ketahanan negara.
Turut mendampingi Menhan dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Kabaloghan Kemhan, Direktur Utama PT Pindad, serta Kepala Staf Kodam III/Siliwangi.
(MC101 – Biro Infohan Setjen Kemhan)