MANILA, Cakra101.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendorong penguatan kemitraan ASEAN dan Rusia untuk meningkatkan ketahanan energi, ketahanan pangan, serta memperkuat arsitektur kesehatan kawasan. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan ASEAN-Russia Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, 22 Juli 2026.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa kemitraan ASEAN-Rusia harus diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan global, sekaligus menjaga perdamaian jangka panjang.
“Ketahanan tidak hanya sekedar kemampuan untuk merespons terhadap krisis, namun juga mengantisipasi risiko, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dan menjaga perdamaian jangka panjang,” ujar Menlu Sugiono.
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Sugiono secara khusus menyoroti pentingnya membangun arsitektur energi kawasan yang stabil, terbuka, dan tangguh. Menurutnya, Program Kerja Sama Energi ASEAN-Rusia Periode 2026–2030 menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan energi jangka panjang.
“Program Kerja Sama Energi ASEAN-Rusia periode 2026-2030 menjadi landasan kuat dalam membangun ketahanan energi jangka panjang,” tambahnya.
Selain energi, keamanan pangan juga menjadi salah satu prioritas strategis dalam kemitraan ASEAN-Rusia. Menlu Sugiono menyebut Rusia memiliki peran penting sebagai salah satu pemasok gandum dan pupuk terbesar di dunia yang dapat membantu menjaga ketahanan pangan di kawasan ASEAN.
“Akses terhadap bahan pangan ini penting untuk menjaga produksi pertanian dan harga pangan, serta memperbaiki akses terhadap bahan pangan bergizi,” jelas Menlu Sugiono.
Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi pertanian modern serta penerapan climate-resilient farming akan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan dalam jangka panjang.
Penguatan sistem kesehatan kawasan turut menjadi perhatian utama Indonesia. Menlu Sugiono menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan melalui pelatihan dan pertukaran pengalaman sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat kesehatan di masa depan.
“Peningkatan kapasitas dan pertukaran pelatihan untuk petugas kesehatan akan memperkuat persiapan dalam menghadapi situasi darurat kesehatan di masa depan,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Menlu Sugiono menegaskan bahwa kemitraan ASEAN dan Rusia harus terus dibangun berdasarkan prinsip multilateralisme serta penghormatan terhadap hukum internasional.
“Sentralitas ASEAN harus terus menjadi kompas dalam kerja sama ini,” pungkas Menlu Sugiono.
(MC101 – Ditjen IDP Kemlu)
Ringkasan Berita:
- Menlu RI Sugiono mendorong penguatan kemitraan ASEAN-Rusia untuk meningkatkan ketahanan energi, pangan, dan sistem kesehatan kawasan.
- Program Kerja Sama Energi ASEAN-Rusia 2026–2030 dinilai menjadi fondasi penting bagi ketahanan energi jangka panjang.
- Indonesia menilai peran Rusia sebagai pemasok gandum dan pupuk strategis penting untuk menjaga ketahanan pangan ASEAN.
- Penguatan kapasitas petugas kesehatan melalui pelatihan dan pertukaran pengalaman menjadi bagian dari pembangunan arsitektur kesehatan kawasan.
- Menlu Sugiono menegaskan kemitraan ASEAN-Rusia harus tetap berlandaskan multilateralisme, hukum internasional, dan Sentralitas ASEAN.