NGAWI, Cakra101.com — Kementerian Pertanian mempercepat tanam padi serentak di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur sebagai langkah strategis menjaga produksi pangan nasional di tengah awal musim kemarau di Ngawi, Jawa Timur, Kamis (23/4/2026).
Melalui gerakan ini, pemerintah menargetkan kenaikan luas tambah tanam (LTT) hingga 3,4% dalam satu hari, atau dua kali lipat dari capaian sebelumnya, sebagai bagian dari upaya akselerasi produksi di tengah potensi tekanan iklim.
Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Ngawi ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dengan mengusung tema “Sawah Bersholawat Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan”.
Langkah percepatan tanam ini turut menjaga tren positif sektor pertanian, di mana luas tanam periode Oktober 2025 hingga Maret 2026 meningkat 9,7%, sementara produksi beras naik lebih dari 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BBPOPT sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Jawa Timur, Yuris Tiyanto menegaskan bahwa percepatan tanam harus menjadi gerakan kolektif yang terukur dan berdampak nyata.
“Melalui gerakan hari ini diharapkan kenaikan LTT bisa mencapai 3,4% dalam satu hari atau dua kali lipat dari hari sebelumnya. Ini bukan seremonial, tetapi gerakan yang harus berdampak nyata,” tegasnya.
Ia menambahkan pentingnya sinergi lintas instansi untuk mendorong peningkatan hasil pertanian di Jawa Timur.
Untuk mendukung percepatan tersebut, berbagai langkah strategis diperkuat, mulai dari percepatan olah tanah, optimalisasi irigasi dan pompa air, hingga koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, penyuluh, dan petani.
Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) juga menjadi perhatian melalui pemanfaatan teknologi digital seperti sistem SIFORTUNA, yang memungkinkan deteksi dini potensi serangan hama sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Di tingkat daerah, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyampaikan bahwa produksi padi Ngawi terus menunjukkan tren positif, dengan capaian 772.571 ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025, serta kontribusi signifikan terhadap produksi Jawa Timur.
“Ngawi saat ini menjadi salah satu daerah dengan produktivitas tinggi, bahkan menempati peringkat ketiga produksi padi di Jawa Timur setelah Lamongan dan Bojonegoro,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi melalui pertanian ramah lingkungan berkelanjutan (PRLB), modernisasi irigasi, serta pemanfaatan teknologi untuk menghadapi perubahan iklim, termasuk potensi El Nino.
Selain pendekatan teknis, kegiatan ini juga diperkuat melalui pendekatan sosial dan spiritual melalui konsep “sawah bersholawat”, yang mengajak petani untuk memadukan ikhtiar dan doa dalam meningkatkan hasil pertanian.
Di tingkat nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan agenda prioritas yang harus diwujudkan melalui kerja cepat dan terintegrasi.
“Kita harus bergerak cepat, tepat, dan bersama. Swasembada pangan adalah kebutuhan bangsa yang tidak bisa ditunda,” tegasnya.
(MC101 – Humas Kementan)