CILACAP, Cakra101.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama kebangkitan bangsa Indonesia sekaligus kunci dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Hal tersebut disampaikan Presiden usai meninjau renovasi fasilitas pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/04/2026).
Di hadapan para siswa dan guru, Presiden menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan Indonesia yang dinilai memiliki potensi kekayaan nasional luar biasa, serta peluang besar untuk bangkit dalam beberapa tahun mendatang.
“Pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa Indonesia. Dan percaya sama saya, saya sudah lihat semua data, saya sudah melihat angka, negara kita sungguh-sungguh sangat kaya,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menilai bahwa dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, Indonesia memiliki peluang untuk mengalami kebangkitan signifikan apabila generasi mudanya mampu memanfaatkan pendidikan secara optimal.
Namun demikian, Kepala Negara juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menghadirkan tantangan baru yang harus dihadapi dengan kesiapan mental, pengetahuan, dan karakter yang kuat.
“Hati-hati, karena sekarang teknologi semakin canggih. Terjadi sekarang apa yang dinamakan kecerdasan buatan, Artificial Intelligence. Ini sudah dahsyat,” tegas Presiden.
Menurut Presiden, teknologi dapat membawa manfaat besar, namun juga berpotensi digunakan untuk hal-hal negatif seperti perpecahan, hasutan, dan penyebaran pengaruh buruk jika tidak disikapi secara bijak.
Karena itu, Presiden mengajak para siswa dan tenaga pendidik untuk terus memperkuat kepercayaan terhadap bangsa, negara, ideologi Pancasila, dan jati diri bangsa Indonesia sebagai landasan menghadapi perubahan global.
Presiden juga menitipkan pesan khusus kepada para guru agar mendidik generasi muda dengan dedikasi, kasih sayang, serta ketegasan, sehingga mampu melahirkan anak bangsa yang kuat, tangguh, dan tidak mudah menyerah.
“Kita tidak mau anak-anak kita nanti menjadi manusia-manusia yang lembek, yang lemah, yang menyerah,” tegas Presiden.
Lebih lanjut, Presiden mendorong generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang kuat, gembira, berbakti kepada orang tua, serta mampu membanggakan keluarga melalui kerja keras dan pendidikan yang baik.
Kunjungan ini mempertegas arah kebijakan pemerintah bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga melalui investasi besar pada pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia maju, mandiri, dan berdaya saing global.
(MC101 – BPMI Setpres)