Beranda / Sosial & Budaya / Peran Strategis Perempuan dalam Ekonomi Nasional Ditegaskan Menkeu pada Peringatan Hari Kartini 2026

Peran Strategis Perempuan dalam Ekonomi Nasional Ditegaskan Menkeu pada Peringatan Hari Kartini 2026

JAKARTA, Cakra101.com — Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan peran krusial perempuan sebagai penopang perekonomian nasional dalam arahannya pada Peringatan Hari Kartini Kementerian Keuangan Tahun 2026 di Jakarta, 23/4/2026.

Dalam sambutannya, Menkeu membuka dengan refleksi sederhana mengenai peran perempuan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga, yang dinilai menjadi fondasi utama ekonomi.

“Kalau di kehidupan berumah tangga, siapa yang paling tahu soal anggaran? Siapa juga yang paling disiplin jaga belanja? Jawabannya hampir pasti ibu,” ujar Menkeu.

Ia menambahkan bahwa perempuan sejatinya telah lama berperan sebagai “Menteri Keuangan” di lingkup paling dasar, yakni keluarga, melalui praktik nyata pengelolaan keuangan sehari-hari.

Lebih lanjut, Menkeu mengajak seluruh hadirin untuk memaknai Hari Kartini secara lebih mendalam, tidak hanya sebagai simbol emansipasi, tetapi juga sebagai momentum memperluas kesempatan perempuan.

“Kartini tidak hanya soal emansipasi, Kartini bicara soal kesempatan. Kesempatan untuk berpikir, kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk berperan. Dan pesan beliau yang sangat jelas adalah, kalau perempuan tertinggal, bangsa tidak akan maju,” tegasnya.

Dalam konteks ekonomi makro, Menkeu menyoroti kontribusi besar perempuan melalui sektor UMKM, yang menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, dengan mayoritas pelaku adalah perempuan.

“Artinya jelas, perempuan bukan hanya pelaku ekonomi, perempuan adalah penopang ekonomi,” imbuhnya.

Selain itu, Menkeu juga menggarisbawahi peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor keuangan, khususnya dalam investasi. Ia menyebutkan bahwa jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) ritel telah melampaui 500 ribu orang, dengan sekitar 9 persen di antaranya merupakan ibu rumah tangga.

“Ini adalah bentuk emansipasi baru. Ketika perempuan paham keuangan, dia melindungi keluarga dari risiko. Dia menciptakan masa depan yang lebih pasti,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Menkeu turut memberikan apresiasi kepada satuan kerja penerima penghargaan kantor ramah lingkungan (eco-office), sebagai wujud komitmen terhadap efisiensi serta keberlanjutan lingkungan kerja.

Menutup arahannya, Menkeu menekankan bahwa kekuatan ekonomi nasional berakar dari ketahanan ekonomi keluarga, serta menyampaikan optimisme terhadap kontribusi perempuan Indonesia ke depan.

“Saya percaya perempuan hebat untuk Indonesia kuat,” pungkasnya.

(MC101 – Biro KLI Kemenkeu)

Tag:

Jelajahi Militer

Hot Topic