JAKARTA, Cakra101.com — Pemerintah Indonesia menyambut positif pengumuman Pemerintah Iran terkait pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional.
Pembukaan jalur tersebut menjadi sinyal meredanya ketegangan geopolitik global sekaligus memberikan optimisme terhadap stabilisasi pasokan energi dunia.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyampaikan bahwa perkembangan ini tidak hanya berdampak positif secara global, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional.
“Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik,” ujar Anggia di Jakarta, Jumat (17/4).
Lebih lanjut, pemerintah sejak awal telah mengantisipasi berbagai skenario gangguan pasokan global, antara lain melalui penguatan stok nasional serta diversifikasi sumber energi.
“Pemerintah memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian kemarin. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, tekanan terhadap rantai pasok global mulai mereda, termasuk terhadap pergerakan harga minyak dunia yang menunjukkan tren penurunan,” tambah Anggia.
Sebelumnya, otoritas Iran secara resmi mengumumkan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa jalur tersebut telah sepenuhnya terbuka untuk semua kapal komersial internasional.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” jelas Abbas.
Respons pasar global pun langsung terlihat, dengan penurunan harga minyak yang signifikan seiring berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.
Sebagaimana diketahui, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi energi dunia yang sangat menentukan kelancaran rantai pasok minyak dan gas global.
Sementara itu, terkait kapal milik Pertamina yang sebelumnya tertahan di kawasan tersebut, Kementerian ESDM terus melakukan koordinasi intensif agar kedua kapal dapat segera melintas.
“Seperti yang kita ketahui pemerintah terus melakukan upaya negosiasi agar kapal milik Indonesia bisa melintas. Dan sebelumnya sudah ada sinyal positif dari pemerintah Iran terkait hal ini. Kita berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut. Pemerintah dalam hal ini terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke dalam negeri tetap terjaga,” tambah Anggia.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi global secara ketat serta mengambil langkah responsif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi domestik.
(MC101 – Biro KLI ESDM)
Thumbnail diambil dari: Wikipedia – NASA GFC