BANJARMASIN, Cakra101.com – TNI Angkatan Laut bersama Bank Indonesia kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kegiatan yang berlangsung 9 hingga 15 Juni 2026 tersebut didukung oleh KRI HIU-634 yang akan melayani sejumlah pulau terpencil di wilayah Kalimantan Selatan.
Pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 dilaksanakan secara simbolis di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin dan dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, didampingi unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, serta perwakilan Staf Operasi TNI Angkatan Laut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan layanan keuangan negara secara merata hingga ke wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.
Dalam pelaksanaannya, TNI AL menugaskan KRI HIU-634 yang dikomandani Letkol Laut (P) Andy Ribuantoro dari jajaran Satuan Kapal Cepat Koarmada II, dengan dukungan Lanal Banjarmasin jajaran Kodaeral XIII. Kapal perang tersebut akan menempuh rute pelayaran dari Banjarmasin menuju Pulau Matasiri, Pulau Marabatuan, Pulau Kerayaan, Pulau Kerasinan, Pulau Laut Timur, dan kembali ke Banjarmasin dengan total jarak pelayaran mencapai 503 nautical mile (NM).
Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, S.H., M.Tr.Opsla., menjelaskan bahwa keterlibatan TNI AL dalam ekspedisi ini merupakan implementasi tugas dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung berbagai program pembangunan nasional yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, selain menjaga keamanan wilayah perairan, TNI AL juga memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran program pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berada di daerah kepulauan dan wilayah terpencil.
Selain menghadirkan layanan penukaran uang rupiah layak edar, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 juga menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif dan pelayanan masyarakat, di antaranya program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, sosialisasi QRIS, edukasi perlindungan konsumen, BI Mengajar, penyuluhan kepada masyarakat, hingga layanan kesehatan.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya penggunaan rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut atas kolaborasi yang terjalin dalam pelaksanaan ekspedisi tersebut. Ia berharap kegiatan dapat berlangsung aman dan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah kepulauan Kalimantan Selatan.
Melalui dukungan KRI HIU-634 dalam pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, TNI Angkatan Laut kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga kedaulatan laut Indonesia, tetapi juga mendukung pemerataan akses layanan negara hingga ke pulau-pulau terluar sebagai wujud kehadiran negara dalam memperkuat persatuan, kesejahteraan, dan pembangunan nasional di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(MC101 – Dispenal)