JAKARTA, Cakra101.com – TNI Angkatan Udara terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan komoditas tebu di berbagai satuan. Komoditas ini dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi serta beragam manfaat turunan yang dapat mendukung sektor pangan dan energi nasional.
Persiapan program tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Panen Raya Tebu TNI AU 2026 yang dipimpin Wakasau Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M., di Ruang Rapat Wakasau, Mabesau, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026).
Dalam arahannya, Wakasau menyampaikan bahwa panen raya tebu merupakan wujud nyata dukungan TNI AU terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Selain sebagai bahan baku gula, tebu juga dapat diolah menjadi etanol, pupuk organik, biofuel, serta berbagai produk turunan lainnya untuk kebutuhan industri pangan dan energi.
Lebih lanjut, Wakasau menekankan pentingnya sinergi antara satuan TNI AU, petani, dan mitra industri agar program ini dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar satuan.
Panen raya tebu TNI AU direncanakan dilaksanakan secara serentak pada Juli 2026 di sejumlah satuan TNI AU. Adapun pusat pelaksanaan kegiatan akan dipusatkan di Malang, Jawa Timur, tepatnya di Lanud Abdulrachman Saleh.
Program ini menjadi bagian dari komitmen TNI AU dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif yang dimiliki satuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri para Asisten KASAU, Kapuslaiklambangjaau, Waaslog KASAU, Kaskodau I, Waaster KASAU, para Kadis jajaran Mabesau, serta pejabat TNI AU lainnya yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.
(MC101 – Dispenau)