BANDUNG, Cakra101.com – Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Dislitbangau) kembali membuktikan perannya dalam mendukung kemandirian pertahanan nasional melalui keberhasilan pengembangan Bom Udara High Explosive BNT-250 dan Bom Latih BNL-250 karya anak bangsa.
Atas keberhasilan tersebut, Kadislitbangau Kolonel Tek Rachmadi Anggoro, S.E., M.Sc., M.S.S., yang diwakili Sesdislitbangau bersama Marsma TNI Ir. Teguh Dharmawan, M.T., serta para perwira engineer, menerima penghargaan dari Direktur Utama PT Dahana Hary Irmawan dan Wakil Direktur Utama PT Sari Bahari Putra Egam di Dislitbangau, Bandung, Jumat (29/5/2026).
Keberhasilan pengembangan BNT-250 dan BNL-250 menjadi wujud nyata sinergi antara TNI AU dan industri pertahanan nasional dalam menghasilkan teknologi pertahanan yang mandiri, andal, serta memiliki daya saing tinggi.
Program pengembangan BNT-250 yang dimulai pada tahun 2022 telah mencapai tahap uji operasional pada tahun 2025 dengan menggunakan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon Skadron Udara 3. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bom udara tersebut telah memenuhi persyaratan operasional yang ditetapkan, sehingga menjadi salah satu capaian penting dalam pengembangan teknologi pertahanan nasional.
Kadislitbangau menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus melahirkan inovasi strategis yang mampu mendukung kesiapan operasional TNI AU sekaligus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.
Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara institusi militer dan industri pertahanan dalam negeri mampu menghasilkan produk yang berkualitas serta mendukung kebutuhan pertahanan negara secara berkelanjutan.
Sementara itu, PT Dahana dan PT Sari Bahari menilai pencapaian tersebut sebagai bukti nyata kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam mengembangkan teknologi pertahanan yang modern, unggul, dan mampu bersaing dengan produk sejenis di tingkat global.
Ke depan, keberhasilan pengembangan BNT-250 dan BNL-250 diharapkan menjadi pijakan bagi lahirnya berbagai inovasi baru yang semakin memperkuat kemandirian alutsista nasional dan mendukung terwujudnya industri pertahanan Indonesia yang maju serta berdaya saing.
(MC101 – Dispenau)