LEMBANG, Cakra101.com – Latihan Angkasa Yudha 2026 menjadi wahana strategis bagi TNI Angkatan Udara untuk menguji kesiapan organisasi dalam menghadapi berbagai kontinjensi sekaligus menyempurnakan strategi yang adaptif terhadap perkembangan geostrategis dan karakter operasi multidomain.
Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., saat menutup Latihan Angkasa Yudha 2026 di Seskoau, Lembang, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026).
KASAU menegaskan bahwa seluruh rangkaian latihan yang telah dilaksanakan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TNI AU untuk memastikan kesiapan organisasi menghadapi berbagai bentuk kontinjensi. Menurutnya, perubahan lingkungan strategis, perkembangan teknologi militer, serta munculnya ancaman lintas domain menuntut kemampuan berpikir yang adaptif dan pengambilan keputusan yang cepat, tepat, serta terintegrasi.
KASAU juga mengapresiasi skenario latihan yang mengangkat perang asimetris dalam menghadapi musuh dengan kekuatan yang lebih besar. Menurutnya, pendekatan tersebut relevan dengan tantangan geostrategis saat ini sekaligus membangun pola pikir operasional yang mampu mengoptimalkan seluruh kemampuan dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.
Lebih lanjut, KASAU menilai penerapan Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa 2025 dalam keseluruhan skenario latihan telah memberikan kerangka yang tepat untuk menjawab karakter Multi Domain Operation. Integrasi unsur operasi udara dengan dimensi siber, informasi, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan operasi yang semakin adaptif terhadap tantangan masa depan.
Selain itu, KASAU menegaskan bahwa pembangunan kekuatan TNI AU harus dipersiapkan secara menyeluruh. Berbagai alpalhankam baru yang akan memperkuat TNI AU dalam beberapa tahun mendatang harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan, mengintegrasikan, dan memeliharanya secara profesional.
“Pembangunan kekuatan tidak hanya berbicara mengenai pengadaan alutsista, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang akan mengoperasikan dan memeliharanya,” tegas KASAU.
(MC101 – Dispenau)
Ringkasan Berita:
- Latihan Angkasa Yudha 2026 menjadi sarana strategis menguji kesiapan organisasi TNI AU menghadapi operasi multidomain.
- Penutupan latihan dipimpin KASAU di Seskoau, Lembang, Jawa Barat pada Jumat (3/7/2026).
- Latihan mengusung skenario perang asimetris yang relevan dengan perkembangan geostrategis dan ancaman lintas domain.
- Penerapan Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa 2025 memperkuat kesiapan menghadapi karakter Multi Domain Operation.
- KASAU menegaskan bahwa pembangunan kekuatan TNI AU harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang profesional dalam mengoperasikan dan memelihara alpalhankam.