BANDUNG, Cakra101.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Astra International Tbk menyiapkan pembangunan sekitar 1.000 unit rumah susun (rusun) di lahan milik PT KAI yang berlokasi di Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat.
Komitmen tersebut disampaikan saat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meninjau langsung lokasi di dekat Stasiun Kiaracondong yang direncanakan menjadi kawasan pembangunan rumah susun di Bandung, Rabu (15/7/2026).
Peninjauan turut dihadiri Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin, Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, jajaran Kementerian PKP, Pemerintah Kota Bandung, serta Kantor Pertanahan Kota Bandung.
Menteri PKP, Maruarar Sirait atau Menteri Ara, menyatakan bahwa pembangunan rusun di Kiaracondong akan menjadi contoh kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
“Di Kota Bandung kita akan membangun sekitar 1.000 unit rumah susun di atas lahan milik PT KAI dengan dukungan PT Astra. Tadi spesifikasinya sudah dijelaskan, 36 meter persegi, dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, dan ada area servis,” ujarnya.
Menteri Ara menjelaskan bahwa pemerintah tengah mendorong pemanfaatan aset negara melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk melibatkan dunia usaha.
“Saya sudah laporkan kepada Presiden bagaimana tanah-tanah negara itu bisa di-treatment dengan empat cara. Satu, dibiayai dan dibangun oleh negara dalam hal ini oleh dibiayai oleh APBN, kedua Danantara, ketiga itu bisa dengan swasta ya bisa dengan cara hibah atau bentuk lainnya yang legal ya,” tuturnya.
Menurutnya, pola kolaborasi tersebut menjadi langkah inovatif dalam mengoptimalkan aset negara untuk mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat, tanpa mengurangi kepemilikan aset negara dan tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pembangunan akan dimulai setelah seluruh aspek administrasi dan perizinan diselesaikan, termasuk konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Pembangunannya sesudah kita konsultasi dengan BPK dan BPKP dan tentu sambil jalan izinnya diurus,” kata Menteri Ara.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 9.600 meter persegi dan akan dikembangkan sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD).
Berdasarkan data PT KAI, terdapat dua hamparan lahan seluas 7.124 meter persegi dan 2.500 meter persegi, sehingga total lahan mencapai sekitar 9.624 meter persegi.
“Nanti kita dengan bicara teknis dengan Astra. Konsepnya itu adalah konsep 36, tipe 36,” ungkapnya.
Bobby menegaskan bahwa target pembangunan untuk Kota Bandung tetap sebanyak 1.000 unit rumah susun.
Sementara itu, Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto menyampaikan kesiapan Astra untuk mendukung pembangunan rumah susun di atas lahan tersebut. Hunian yang direncanakan mengusung konsep unit seluas sekitar 36 meter persegi yang dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang keluarga, dan area servis guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian yang layak.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian PKP bersama PT KAI, PT Astra International Tbk, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, ATR/BPN, serta BPK dan BPKP akan terus memperkuat koordinasi dalam penyusunan skema kerja sama, penyelesaian perizinan, dan tahapan pembangunan agar proyek dapat segera direalisasikan.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi salah satu contoh optimalisasi aset negara melalui sinergi pemerintah, BUMN, dan swasta dalam mendukung Program 3 Juta Rumah serta menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, dan terintegrasi dengan transportasi publik.
(MC101 – Biro Komunikasi Publik Kementerian PKP)
Ringkasan Berita:
- Kementerian PKP, PT KAI, dan PT Astra International Tbk akan membangun sekitar 1.000 unit rumah susun di Kota Bandung.
- Proyek dibangun di lahan milik PT KAI seluas sekitar 9.624 meter persegi di kawasan dekat Stasiun Kiaracondong.
- Rusun mengusung konsep tipe 36 dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, dan area servis.
- Kawasan akan dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) dan terintegrasi dengan transportasi publik.
- Proyek ini menjadi contoh kolaborasi pemerintah, BUMN, dan swasta dalam mendukung Program 3 Juta Rumah dan optimalisasi aset negara.