JAKARTA, Cakra101.com — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan responsif dalam menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum Kepemimpinan Sektor Publik di Jakarta, Rabu (01/04/2026).
Menurut Wamenkeu, pemimpin harus mampu bertindak cepat, kreatif, dan berani dalam mengambil keputusan. “Bagaimana kita bisa secara cepat, secara kreatif, dan berani untuk mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. Itu sesuatu yang punya values, leadership yang sangat dalam,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu menyampaikan empat prinsip utama kepemimpinan yang relevan bagi teknokrat dan pengambil kebijakan dalam merespons ketidakpastian global.
Pertama, membangun sinergi yang solid dan terintegrasi antar lembaga. Kolaborasi erat antara pengelola fiskal dan moneter menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang efektif dan konsisten.
Kedua, pentingnya berpikir kreatif dan inovatif. Dalam kondisi yang tidak normal, pendekatan konvensional dinilai tidak lagi memadai, sehingga diperlukan terobosan kebijakan baru.
Ketiga, keberanian dalam mengambil keputusan. Pemimpin dituntut mampu menentukan langkah secara tegas dengan mempertimbangkan berbagai skenario yang ada.
Keempat, sikap adaptif dan tangkas. Pemimpin harus mampu menyesuaikan kebijakan secara dinamis agar tetap relevan di tengah perubahan global yang cepat.
Keempat prinsip ini menjadi kunci dalam menciptakan kepemimpinan yang kuat dan berdaya saing, khususnya dalam menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
(MC101 – Biro KLI Kemenkeu)



















