BANDUNG, Cakra101.com — Prajurit Divisi Para Komando (Parako) Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara mengasah kemampuan tempur melalui Latihan Matra Udara I Level II “Sadyakala Sakti” Combine “Vahanah Gesit” Tahun 2026 yang digelar di runway Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Jawa Barat, Senin (4/5/2026).
Sebanyak 77 peterjun dikerahkan dalam skenario operasi perebutan dan pertahanan pangkalan sebagai bagian dari rangkaian latihan strategis yang dirancang untuk meningkatkan kesiapan tempur, kemampuan infiltrasi udara, serta penguasaan sasaran secara cepat dan presisi.
Setelah melaksanakan penerjunan, para prajurit bergerak sesuai tahapan operasi untuk merebut dan mengamankan sasaran yang telah ditentukan, mencerminkan kesiapan Korpasgat dalam menghadapi berbagai skenario operasi modern.
Penerjunan dilaksanakan dari tiga titik muat berbeda, yakni Jakarta melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Malang, Jawa Timur melalui Lanud Abdulrahman Saleh, serta Makassar, Sulawesi Selatan melalui Lanud Sultan Hasanuddin.
Operasi lintas pangkalan tersebut didukung oleh empat pesawat angkut strategis, terdiri dari satu pesawat CN-295 dan tiga pesawat C-130, yang menunjukkan kemampuan mobilisasi udara TNI AU dalam mendukung operasi skala besar.
Latihan ini menjadi bukti nyata penguatan kemampuan tempur, koordinasi antarsatuan, serta profesionalisme prajurit Korpasgat dalam menjalankan operasi matra udara yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan daya gempur tinggi.
Selain menguji keterampilan teknis penerjunan, latihan juga menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kesiapan operasional prajurit dalam operasi perebutan pangkalan, pertahanan wilayah, dan skenario taktis lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangkorpasgat, Pangkoopsau, Ir Korpasgat, Kapoksahli Korpasgat, Dangrup 1 Angkut, Dandiv Parako Pasgat, Danlanud Sulaiman, Danpusdik Kodiklatau, Danwingdik 800 Pasgat, serta para pejabat utama Korpasgat lainnya.
Melalui Latihan Sadyakala Sakti Combine Vahanah Gesit 2026, TNI Angkatan Udara menegaskan komitmennya dalam membangun pasukan udara yang tangguh, adaptif, profesional, dan siap menghadapi dinamika operasi modern demi menjaga kedaulatan nasional.
(MC101 – Dispenau)