NGANJUK, Cakra101.com — Usai meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan agenda kenegaraan dengan berziarah ke makam Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/05/2026).
Ziarah tersebut berlangsung khidmat, penuh penghormatan, dan sarat makna sebagai bentuk penghargaan negara terhadap perjuangan Marsinah, sosok buruh perempuan yang dikenang sebagai simbol keberanian serta perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.
Makam Marsinah yang berjarak sekitar satu kilometer dari kompleks museum menjadi lokasi penutup rangkaian kegiatan Presiden dalam kunjungan tersebut. Setibanya di area pemakaman, Presiden Prabowo berjalan menuju pusara Marsinah didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih.
Di hadapan pusara Marsinah, Presiden menaburkan bunga dan memanjatkan doa sejenak sebagai bentuk penghormatan mendalam atas perjuangan dan pengorbanan Marsinah, yang namanya terus hidup dalam sejarah gerakan buruh Indonesia.
Momen tersebut menjadi penutup yang penuh nilai historis dari peresmian Museum Ibu Marsinah yang pada hari itu dipadati masyarakat serta para buruh dari berbagai daerah, menunjukkan bahwa perjuangan Marsinah tetap memiliki tempat penting di hati rakyat.
Dalam sambutannya saat peresmian museum sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa aspirasi penetapan tokoh buruh sebagai pahlawan nasional datang langsung dari kalangan buruh Indonesia.
Presiden menyampaikan bahwa seluruh organisasi buruh secara bulat mengusulkan nama Marsinah sebagai figur yang paling merepresentasikan perjuangan kaum pekerja Indonesia, sehingga negara memberikan penghormatan khusus atas jasa dan pengorbanannya.
Ziarah ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa negara hadir untuk menghormati perjuangan keadilan sosial, hak asasi manusia, dan keberpihakan terhadap kaum pekerja, sejalan dengan semangat pembangunan bangsa yang berkeadilan.
Kehadiran Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah yang baru diresmikan diharapkan tidak hanya menjadi ruang memorial, tetapi juga menjadi pusat edukasi sejarah perjuangan buruh, pengingat bagi generasi muda, serta simbol pentingnya memperjuangkan keadilan dan martabat pekerja Indonesia.
Melalui penghormatan ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perjuangan tokoh-tokoh bangsa dari berbagai lapisan, termasuk kaum buruh, merupakan bagian penting dari sejarah nasional yang harus terus dijaga, dihormati, dan diwariskan kepada generasi penerus.
(MC101 – BPMI Setpres)