NGANJUK, Cakra101.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan utama Indonesia terletak pada persatuan nasional, penghormatan terhadap warisan pemikiran para pendiri bangsa, serta komitmen menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang menjunjung persahabatan dengan seluruh negara.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/05/2026).
Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa ajaran para pendiri bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan Sutan Sjahrir merupakan milik seluruh rakyat Indonesia, bukan milik kelompok tertentu, sehingga seluruh kekuatan nasional harus disatukan demi kemajuan bangsa.
Presiden menegaskan bahwa persatuan nasional menjadi fondasi utama Indonesia untuk maju, dengan mengambil kekuatan dari seluruh elemen bangsa sebagai modal strategis menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Kepala Negara juga kembali menegaskan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif dan prinsip non-blok, yang selama ini menjadi ciri utama diplomasi Indonesia di panggung internasional.
Menurut Presiden, Indonesia memilih untuk menjadi tetangga yang baik, sahabat bagi semua negara, serta menjunjung prinsip “seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” sebagai refleksi budaya bangsa yang menghormati sesama dan mengedepankan perdamaian.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti berbagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat dan tetangga, termasuk penyelesaian berbagai persoalan diplomatik yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Presiden menyampaikan bahwa Indonesia terus memperbaiki dan memperkuat hubungan dengan Singapura, Vietnam, Tiongkok, Malaysia, Papua Nugini, Australia, hingga Thailand sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dunia.
Menurut Presiden, penguatan hubungan internasional tersebut telah memberikan dampak positif, termasuk meningkatnya stabilitas di wilayah strategis seperti Natuna.
Selain menyoroti diplomasi global, Presiden Prabowo juga menyampaikan optimisme terhadap kondisi nasional di tengah ketidakpastian global, dengan menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat melalui ketahanan pangan, keamanan energi, serta kekayaan sumber daya alam yang besar.
Presiden menilai bahwa di saat banyak negara menghadapi tekanan global, Indonesia tetap berada dalam posisi yang relatif kuat karena memiliki modal strategis nasional yang harus dikelola dengan persatuan, stabilitas, dan kebijakan yang tepat.
Melalui pidato tersebut, Presiden Prabowo kembali menegaskan bahwa Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang bersatu, berdaulat, mandiri secara strategis, serta aktif membangun perdamaian dunia melalui politik bebas aktif.
(MC101 – BPMI Setpres)