JAKARTA, Cakra101.com — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara pemakaman militer Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019, Almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Upacara pemakaman militer tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Inspektur Upacara. Prosesi berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa, pengabdian, dan dedikasi almarhum kepada bangsa dan negara.
Rangkaian pemakaman dilaksanakan sesuai tradisi militer sebagai penghormatan terakhir kepada salah satu putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan hidupnya bagi TNI, pertahanan negara, dan Republik Indonesia.
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu merupakan tokoh militer yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian kepada negara. Almarhum pernah menjabat sebagai KASAD periode 2002 hingga 2005 sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019.
Selama masa pengabdiannya, almarhum dikenal sebagai sosok prajurit yang tegas, berdedikasi tinggi, dan memiliki komitmen kuat dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kehadiran Panglima TNI bersama jajaran pimpinan TNI dalam prosesi pemakaman menjadi wujud penghormatan dan penghargaan atas kontribusi besar yang telah diberikan almarhum selama bertugas di lingkungan TNI maupun saat memimpin sektor pertahanan nasional.
Keluarga besar TNI turut menyampaikan duka cita yang mendalam serta penghormatan setinggi-tingginya atas jasa, keteladanan, dan dharma bakti Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu kepada bangsa dan negara.
Semangat pengabdian, loyalitas, nasionalisme, dan kepemimpinan yang diwariskan almarhum diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit TNI dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(MC101 – Puspen TNI)