JAKARTA, Cakra101.com — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kebijakan pemenuhan gizi, melainkan sebuah langkah strategis yang mampu mengangkat kesejahteraan sekitar 160 juta petani dan peternak di Indonesia. Hal tersebut disampaikan di Jakarta pada Rabu (8/4/2026).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Februari 2026 mencapai 125,45, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan. Capaian ini mencerminkan peningkatan kesejahteraan petani, di mana pendapatan mereka tumbuh lebih cepat dibandingkan pengeluaran.
Kenaikan NTP tersebut didorong oleh peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,17 persen, yang melampaui kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,65 persen.
Tren positif ini terlihat konsisten sejak Maret 2025 hingga Februari 2026, dengan NTP yang terus mengalami peningkatan secara bertahap.
Menurut Mentan Amran, kekuatan utama program MBG terletak pada peran strategis petani dan peternak sebagai pemasok utama bahan pangan untuk dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia.
“Sekitar 160 juta petani dan peternak kita mensuplai kebutuhan dapur MBG. Ini bukan hanya program gizi, tetapi juga untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar Mentan.
Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat kecil, karena tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga meningkatkan taraf hidup petani dan peternak.
Secara subsektor, hortikultura mencatat lonjakan tertinggi, dari 119,62 pada Januari menjadi 139,57 pada Februari 2026. Sementara itu, subsektor perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Lebih dari sekadar distribusi pangan, program MBG dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang terintegrasi, mulai dari sektor produksi hingga konsumsi.
“Dari sawah hingga ke dapur MBG, semuanya terhubung. Ini menciptakan sistem ekonomi yang kuat dan berpihak pada rakyat,” jelasnya.
Peningkatan permintaan terhadap komoditas seperti beras, telur, daging ayam, dan sayuran juga diperkirakan akan mendorong produksi nasional serta membuka peluang usaha baru, khususnya di daerah.
Kementerian Pertanian memastikan kesiapan dalam mendukung program ini dengan cadangan beras nasional mencapai 4,6 juta ton, yang menjadi indikator kuatnya ketahanan pangan nasional.
Mentan Amran menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan NTP merupakan hasil dari berbagai kebijakan seperti peningkatan produktivitas, efisiensi biaya produksi, serta pemanfaatan teknologi pertanian.
Di akhir pernyataannya, Mentan menekankan bahwa program MBG merupakan wujud nyata keadilan sosial, yang memastikan generasi muda tumbuh sehat, petani sejahtera, serta ekonomi nasional semakin kuat.
(MC101 -Humas Kementan)





















