JAKARTA, Cakra101.com – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat sekaligus mempercepat kerja sama Perdagangan Listrik Lintas Batas (Cross-Border Electricity Trade/CBET) dalam agenda Singapore-Indonesia Leaders’ Retreat. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Republik Singapura Lawrence Wong menegaskan komitmen tersebut sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas energi kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Danantara Indonesia sebagai pemimpin pelaksanaan CBET antara Indonesia dan Singapura.
Melalui unit investasinya, Danantara Investment Management (DIM), Danantara Indonesia telah menandatangani dua Memorandum of Understanding (MoU) dengan Keppel Electric dan Sembcorp Utilities, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Sembcorp Industries. Kerja sama tersebut bertujuan menjajaki potensi kolaborasi dalam pembelian (offtake) listrik rendah karbon impor.
Selain itu, Danantara Indonesia juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Singapore Energy Interconnections (SGEI) untuk memfasilitasi pertukaran informasi serta membuka peluang kerja sama di bidang komersial dan teknis terkait pengembangan interkoneksi listrik lintas batas.
Penandatanganan berbagai MoU tersebut mencerminkan tingginya minat komersial dan kebutuhan Singapura terhadap pasokan listrik rendah karbon dari Indonesia.
Menteri Singapura yang membidangi Energi serta Sains dan Teknologi, Dr. Tan See Leng, bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia sekaligus Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, menyambut baik penandatanganan berbagai MoU tersebut serta mendukung komitmen yang telah disampaikan kedua kepala pemerintahan mengenai CBET.
Kedua menteri berharap proyek-proyek tersebut dapat merealisasikan kapasitas 3,4 gigawatt (GW) atau lebih pada tahun 2035 secara komersial. Proyek ini diyakini akan memperkuat konektivitas energi dan mendukung dekarbonisasi di kedua negara, sekaligus mendorong investasi baru serta membuka lapangan kerja di sektor energi bersih Indonesia.
Untuk mendukung implementasi proyek tersebut, kedua negara akan menyusun kerangka regulasi, kebijakan, serta berbagai persyaratan perdagangan listrik lintas batas, termasuk menciptakan iklim investasi yang kondusif sesuai tahapan dan jadwal yang telah disepakati bersama.
Pemerintah Indonesia dan Singapura juga akan mengembangkan serta mengadopsi Kerangka Sertifikat Energi Terbarukan Lintas Batas (Cross-Border Renewable Energy Certificate/REC Framework) yang mengacu pada standar internasional guna mendukung proses pelacakan dan pencatatan Sertifikat Energi Terbarukan (Renewable Energy Certificates/REC) sebelum aliran listrik pertama dimulai.
Menteri Tan See Leng optimistis proyek-proyek tersebut dapat segera direalisasikan.
“Sejumlah proyek potensial ekspor listrik di Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang baik. Dengan adanya kemauan politik dari kedua pemerintah serta koordinasi yang erat antara Ministry of Trade and Industry (MTI) dan mitra kami di Indonesia, saya yakin proyek-proyek ini mampu mengatasi berbagai tantangan yang masih tersisa dan mulai beroperasi sebelum dekade ini berakhir. Hal tersebut akan meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan energi bagi masyarakat kedua negara, menghasilkan manfaat ekonomi lanjutan, serta membawa kita semakin dekat menuju terwujudnya visi kawasan melalui ASEAN Power Grid.”
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia sekaligus Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menegaskan bahwa keberhasilan proyek sangat bergantung pada implementasi yang konsisten.
“Saya sepenuhnya sependapat dengan keyakinan Menteri Tan. Kemauan politik adalah fondasi, namun pelaksanaanlah yang menentukan hasil. Indonesia berkomitmen penuh menyelesaikan berbagai prioritas regulasi dan infrastruktur agar proyek ini dapat berjalan sebelum dekade ini berakhir. Yang terpenting, kapasitas pembangkit ini merupakan kapasitas baru yang terpisah dari pasokan listrik domestik kami. Pada dasarnya, proyek ini menjadi katalis bagi industrialisasi hijau Indonesia, sementara interkoneksi dengan Singapura merupakan salah satu wujud dari transformasi strategis yang jauh lebih besar. Melalui pembangunan interkoneksi ini, Indonesia bersama Singapura bercita-cita menjadi motor utama ASEAN Power Grid, sekaligus membuktikan bahwa dekarbonisasi kawasan dan pertumbuhan ekonomi bernilai tinggi dapat diwujudkan secara bersamaan.”
Kerja sama perdagangan listrik lintas batas ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Singapura di sektor energi, sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih, meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat visi bersama dalam mewujudkan ASEAN Power Grid.
(MC101 – Stakeholders Management & Communications BPI Danantara)
Ringkasan Berita:
- Indonesia dan Singapura menegaskan komitmen mempercepat Perdagangan Listrik Lintas Batas (CBET) dalam agenda Singapore-Indonesia Leaders’ Retreat.
- Danantara Indonesia ditunjuk memimpin pelaksanaan CBET antara Indonesia dan Singapura.
- Danantara Indonesia menandatangani tiga MoU dengan Keppel Electric, Sembcorp Utilities, dan Singapore Energy Interconnections (SGEI).
- Kedua negara menargetkan realisasi proyek berkapasitas 3,4 GW atau lebih pada tahun 2035 untuk mendukung konektivitas energi dan dekarbonisasi.
- Indonesia dan Singapura akan menyusun kerangka regulasi serta Cross-Border Renewable Energy Certificate (REC) Framework guna mendukung implementasi perdagangan listrik lintas batas.