SURABAYA, Cakra101.com — Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk program pengembangan dan hilirisasi perkebunan tebu tahun 2026 guna mengejar target pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare di 11 provinsi.
Langkah percepatan dilakukan dengan menggerakkan seluruh pabrik gula, baik milik BUMN maupun swasta, agar terlibat aktif dalam pemenuhan CPCL serta verifikasi lahan di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menegaskan bahwa percepatan penetapan CPCL menjadi kunci utama keberhasilan program pengembangan tebu nasional sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Kami meminta seluruh pabrik gula, baik SGN, RNI maupun swasta untuk bergerak cepat membantu pemenuhan CPCL. Target pengembangan tebu tahun 2026 harus tercapai sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian,” kata Ali Jamil dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penetapan CPCL Program Hilirisasi Perkebunan Tebu di Surabaya, pada Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, pemerintah saat ini tidak hanya fokus pada perluasan areal tanam, tetapi juga membangun ekosistem hilirisasi tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir guna memperkuat produksi gula nasional.
Karena itu, percepatan verifikasi data CPCL yang telah disampaikan kepada dinas perkebunan kabupaten/kota, pemerintah provinsi, hingga Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) terus didorong agar proses penetapan segera rampung.
Kementan juga meminta kelengkapan dokumen terhadap surat keputusan yang telah terbit dapat dipenuhi secara cepat dan tepat.
Selain menggandeng PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), RNI, dan pabrik gula swasta, Kementan turut mengoptimalkan berbagai potensi lahan guna memenuhi sisa target CPCL nasional.
Sejumlah kawasan potensial yang tengah diidentifikasi antara lain lahan milik TNI AD, TNI AL, TNI AU, Perhutani, Perhutanan Sosial, hingga lahan potensial lainnya.
Ali Jamil menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penentu keberhasilan pengembangan tebu nasional, terutama dalam mendukung agenda besar swasembada gula.
“Sinergi dan percepatan kerja menjadi kunci. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis target pengembangan kawasan tebu dapat tercapai dan mendukung penguatan hilirisasi perkebunan nasional,” ungkapnya.
Secara terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus memperkuat sektor tebu sebagai bagian dari strategi besar mencapai swasembada gula nasional.
Pembenahan dilakukan secara menyeluruh mulai dari peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam, hingga penguatan hilirisasi industri gula nasional.
“Kita ingin Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula dari produksi dalam negeri. Karena itu, penguatan sektor tebu terus kita dorong melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal, serta penguatan hilirisasi,” ujar Mentan Amran.
(MC101 – Humas Kementan)