Beranda / Kementerian / Kemlu / Menlu RI Hadiri Pertemuan Informal ASEAN dan Myanmar di Bangkok, Dorong Implementasi Five-Point Consensus

Menlu RI Hadiri Pertemuan Informal ASEAN dan Myanmar di Bangkok, Dorong Implementasi Five-Point Consensus

BANGKOK, Cakra101.com – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menghadiri Pertemuan Informal Para Menteri Luar Negeri ASEAN dengan Myanmar yang berlangsung di Bangkok, Thailand, 12 Juli 2026.

Pertemuan tersebut diinisiasi oleh Filipina selaku Ketua ASEAN 2026 bekerja sama dengan Thailand sebagai tuan rumah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan pada KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, dan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN secara daring pada 21 Mei 2026, serta tindak lanjut dari kunjungan Menteri Luar Negeri RI ke Nay Pyi Taw, Myanmar pada 8 Juni 2026.

Pertemuan bertujuan memperoleh perkembangan terkini di Myanmar sekaligus mengidentifikasi langkah lanjutan ASEAN guna mendorong implementasi konkret Five-Point Consensus (5PC) sebagai kerangka utama ASEAN dalam mendukung penyelesaian damai di Myanmar.

Menteri Luar Negeri RI mendorong peninjauan perkembangan implementasi 5PC secara objektif dan berimbang. Meski terdapat sejumlah perkembangan pascapemilihan umum, implementasi 5PC masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam mewujudkan dialog inklusif yang menjadi elemen penting bagi proses rekonsiliasi nasional.

“Dialog nasional yang inklusif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci menuju perdamaian dan rekonsiliasi nasional yang berkelanjutan,” tegas Menlu.

Menteri Luar Negeri RI juga menegaskan bahwa Five-Point Consensus (5PC) tetap menjadi acuan utama ASEAN, dengan penekanan pada penghentian kekerasan, dialog yang inklusif, serta penyediaan bantuan kemanusiaan yang aman dan tanpa diskriminasi.

Selain itu, Indonesia mendorong penguatan mekanisme kolektif ASEAN, termasuk pembahasan mengenai perpanjangan mandat Utusan Khusus ASEAN, guna menjaga keberlanjutan upaya penyelesaian damai di Myanmar.

Indonesia terus mendukung proses perdamaian yang bersifat Myanmar-owned dan Myanmar-led, termasuk melalui berbagai inisiatif engagement dengan seluruh pemangku kepentingan di Myanmar.

“Solusi yang berkelanjutan harus bersifat Myanmar-owned dan Myanmar-led. Indonesia siap membantu membangun jembatan untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkas Menlu.

Komitmen tersebut menunjukkan konsistensi Indonesia dalam mendukung terciptanya perdamaian dan stabilitas di Myanmar melalui pendekatan dialog dan kerja sama regional di bawah kerangka ASEAN.

(MC101 – Ditjen IDP Kemlu)

Ringkasan Berita:

  • Menteri Luar Negeri RI menghadiri Pertemuan Informal Para Menteri Luar Negeri ASEAN dengan Myanmar di Bangkok, Thailand, 12 Juli 2026.
  • Pertemuan membahas perkembangan terkini di Myanmar dan implementasi Five-Point Consensus (5PC).
  • Indonesia menekankan pentingnya dialog nasional yang inklusif sebagai kunci perdamaian dan rekonsiliasi nasional.
  • ASEAN didorong untuk memperkuat mekanisme kolektif, termasuk perpanjangan mandat Utusan Khusus ASEAN.
  • Indonesia tetap mendukung proses perdamaian yang bersifat Myanmar-owned dan Myanmar-led melalui berbagai inisiatif engagement dengan seluruh pemangku kepentingan Myanmar.
Tag:

Media Sosial

Jelajahi Militer

Hot Topic