JAKARTA, Cakra101.com — Booth nomor 22 YD Strap Bag Tenun menjadi salah satu pusat perhatian pada hari pertama pameran wastra dan kriya di Jakarta, Kamis (7/5/2026), melalui koleksi strap bag berbahan tenun yang memadukan kekayaan budaya Nusantara dengan sentuhan desain modern, elegan, dan eksklusif.
Mengusung tata visual bernuansa etnik yang hangat serta artistik, booth ini sukses menghadirkan citra wastra yang anggun dan berkelas, sehingga menarik minat besar dari berbagai kalangan pengunjung sejak awal kegiatan berlangsung.
Antusiasme tinggi tersebut tercermin dari penjualan 76 produk strap bag tenun pada hari pertama, menandakan kuatnya daya tarik publik terhadap inovasi produk wastra Nusantara yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga kompetitif di industri kreatif modern.
Apresiasi khusus datang dari Ny. Uli Maruli Simanjuntak selaku Ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana yang mengunjungi booth YD Strap dan memberikan perhatian terhadap karya-karya yang dipamerkan.
Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan terhadap kemampuan mengolah kain tenun menjadi produk fesyen bernilai artistik tinggi, sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan kreatif dalam mengangkat potensi budaya lokal menjadi kekuatan ekonomi.
Kunjungan tersebut juga dihadiri Ny. Ira M. Fadjar selaku Ibu Ketua Persit KCK PG Kostrad serta Ny. Ira Fikri Musmar selaku Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Divif 1 PG Kostrad yang turut memberikan apresiasi mendalam terhadap kualitas, detail motif, teknik pengerjaan, dan harmoni desain tradisional-modern yang diusung YD Strap.
Dukungan dari para tokoh perempuan tersebut menjadi dorongan besar bagi pelaku industri kreatif untuk terus menghadirkan inovasi wastra yang berdaya saing nasional, tanpa meninggalkan akar budaya Nusantara.
Seluruh apresiasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ny. Dyah Fandy Dharmawan sebagai kreator YD Strap Bag Tenun, yang melalui kreativitas dan dedikasinya berhasil menghadirkan karya dengan nilai estetika, budaya, dan pemberdayaan ekonomi sekaligus.
Keberhasilan penjualan puluhan produk dalam waktu singkat membuktikan bahwa produk kriya berbasis budaya lokal memiliki potensi ekonomi besar ketika dikemas secara profesional, inovatif, dan relevan dengan tren pasar modern.
Momentum ini diharapkan mampu membuka ruang lebih luas bagi pengembangan industri wastra dan kriya berbasis tenun, sekaligus memperkuat peran perempuan Indonesia dalam melestarikan budaya melalui inovasi kreatif berkelanjutan.
(MC101 – Pen. Brigif 13/Galuh)