Beranda / Kepresidenan / Presiden Prabowo Tegaskan Perlindungan Warga Negara dan Peran ASEAN sebagai Penjaga Perdamaian

Presiden Prabowo Tegaskan Perlindungan Warga Negara dan Peran ASEAN sebagai Penjaga Perdamaian

CEBU, Cakra101.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa perlindungan warga negara dan penguatan peran ASEAN dalam menjaga perdamaian dunia harus menjadi prioritas utama di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Penegasan tersebut disampaikan Presiden dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (08/05/2026).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa keselamatan warga negara ASEAN, khususnya mereka yang berada di luar negeri, harus menjadi perhatian bersama seluruh negara anggota melalui kerja sama regional yang solid, responsif, dan terkoordinasi.

“Perlindungan warga negara kita harus tetap menjadi prioritas utama,” ujar Presiden.

Menurut Kepala Negara, banyak negara ASEAN memiliki ribuan warga negara yang tersebar di berbagai belahan dunia, sehingga dibutuhkan pendekatan kolektif ASEAN dalam memperkuat perlindungan, penanganan darurat, hingga proses evakuasi ketika terjadi krisis.

“Saya pikir kita harus memiliki pendekatan ASEAN yang sama. Indonesia bersedia bekerja sama erat dengan rekan-rekan kita dari ASEAN. Perlindungan warga negara kita harus tetap menjadi prioritas utama,” tuturnya.

Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya penghormatan terhadap mandat pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk perlindungan terhadap keselamatan personel yang bertugas di wilayah konflik. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak harus menghormati misi kemanusiaan dan menjaga akuntabilitas atas setiap pelanggaran.

“Kita telah kehilangan prajurit Indonesia yang bertugas bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan kita menuntut akuntabilitas bahwa tugas-tugas penjaga perdamaian harus dihormati oleh semua pihak,” tegas Presiden Prabowo.

Dalam forum tersebut, Presiden juga menyambut positif semangat solidaritas negara-negara ASEAN, termasuk tawaran kerja sama dari Singapura dalam mendukung proses perlindungan dan evakuasi warga negara di situasi darurat. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan ASEAN.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa ASEAN harus mampu berbicara dengan satu suara dalam melindungi masyarakat sipil, menegakkan hukum internasional, serta menuntut akuntabilitas atas berbagai pelanggaran global.

“Dalam melindungi warga sipil kita, ASEAN harus berbicara dengan satu suara. Kita harus menuntut semua pihak untuk menjunjung tinggi hukum internasional dan memajukan akuntabilitas atas pelanggaran. Inilah saatnya bagi ASEAN untuk menunjukkan pengaruhnya. Kita harus memiliki suara politik kolektif yang kuat,” tegas Presiden.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo kembali mengingatkan bahwa dialog, kerja sama, dan kolaborasi merupakan fondasi utama kekuatan ASEAN dalam menghadapi tantangan global, sekaligus kunci bagi terciptanya kemakmuran kawasan.

“Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian. Tidak akan ada perdamaian tanpa dialog dan kerja sama,” pungkas Presiden.

Pernyataan Presiden Prabowo tersebut mempertegas komitmen Indonesia untuk terus mendorong ASEAN menjadi kekuatan kolektif yang mampu melindungi rakyatnya, menjaga stabilitas kawasan, serta berkontribusi aktif dalam perdamaian dunia.

(MC101 – BPMI Setpres)

Tag:

Jelajahi Militer

Hot Topic