Beranda / Pertahanan/Keamanan / TNI / TNI AL / KASAL Tekankan Taruna AAL Jadi Ksatria Pengawal Samudera yang Patriotik dan Profesional

KASAL Tekankan Taruna AAL Jadi Ksatria Pengawal Samudera yang Patriotik dan Profesional

SURABAYA, Cakra101.com – KASAL Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali memberikan pengarahan fundamental kepada 707 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/05/2026). Kegiatan tersebut bertujuan membentuk karakter calon perwira muda TNI AL yang patriotik, profesional, dan siap menghadapi tantangan pertahanan modern.

Pembekalan bertema “Disiplin Adalah Kehormatan: Taruna AAL Tanpa Kekerasan dan Pelanggaran” itu turut dihadiri Pangkoarmada RI, Dankodiklatal, Pangkormar, Gubernur AAL, para Pejabat Utama TNI AL, serta 707 Taruna AAL.

Dalam arahannya, KASAL menegaskan bahwa jati diri Taruna AAL merupakan calon pemimpin TNI AL dan bangsa yang harus memiliki integritas tinggi, karakter kuat, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks.

Menurut KASAL, ancaman global saat ini tidak lagi hanya bersifat konvensional, tetapi juga telah berkembang ke ranah cyber warfare, drone, electronic warfare, hingga perang informasi. Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada kekuatan TNI AL sebagai komponen utama pertahanan laut. Karena itu, TNI AL membutuhkan sosok perwira yang cerdas, disiplin, loyal, dan adaptif terhadap ancaman multidomain.

Salah satu poin penting dalam pengarahan tersebut adalah penegasan KASAL untuk menghentikan segala bentuk tradisi kekerasan yang tidak memberikan manfaat dalam dunia pendidikan militer. KASAL menekankan bahwa pola pendidikan yang keras tetap diperlukan guna membentuk mental petarung atau warrior, namun harus tetap menjunjung tinggi martabat manusia.

“Kekerasan atau kekejaman tidak menunjukkan kekuatan mental, melainkan menunjukkan kelemahan yang ditutupi. Hentikan tradisi buruk yang menimbulkan dendam. Kita terapkan prinsip: Keep what works, fix what doesn’t,” tegas KASAL di hadapan para Taruna AAL.

KASAL juga menjelaskan bahwa pendidikan keras bertujuan mempersiapkan taruna mengambil keputusan dalam kondisi ekstrem melalui latihan fisik terukur dan penerapan SOP yang ketat. Sementara itu, pendidikan yang bersifat kejam dinilai destruktif, merendahkan martabat manusia, serta melanggar hukum dan HAM.

Lebih lanjut, KASAL kembali mengingatkan profil ideal perwira TNI AL yang harus memiliki karakter Tanggap, yakni cerdas, intelektual, dan cepat memahami persoalan; Tanggon, yaitu tangguh, bermental baja, dan menjunjung kejujuran; serta Trengginas, yakni cekatan, sigap, dan memiliki ketangkasan jasmani prima.

(MC101 – Dispenal)

Tag:

Jelajahi Militer

Hot Topic