JAKARTA, Cakra101.com — Menteri Luar Negeri RI Sugiono menerima kunjungan para Duta Besar negara-negara Teluk dan Yordania di Jakarta, Provinsi DKI Jakarta pada Senin (09/03/2026) guna membahas eskalasi keamanan yang kian mengkhawatirkan di kawasan. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh perwakilan dari Bahrain, Arab Saudi, Oman, Perserikatan Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar. Inisiatif pertemuan ini digagas oleh Duta Besar Bahrain selaku pemegang Presidensi Gulf Cooperation Council (GCC) guna menyinergikan pandangan kolektif dalam menghadapi dinamika konflik yang berkembang.
Dalam forum tersebut, para perwakilan negara-negara GCC memberikan gambaran terkini mengenai situasi keamanan di negara masing-masing serta mengapresiasi langkah proaktif Presiden Prabowo Subianto dan Menlu RI. Komunikasi intensif melalui sambungan telepon yang dilakukan pimpinan Indonesia dengan para Kepala Negara di kawasan dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata dalam meredam ketegangan. Indonesia menegaskan kembali posisinya sebagai negara yang mendorong penahanan diri secara maksimal dan mengedepankan dialog sebagai solusi tunggal yang berkelanjutan.
Menlu RI secara terbuka menawarkan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi secara konstruktif sebagai honest broker atau penengah yang netral guna memfasilitasi dialog damai jika disepakati oleh pihak-pihak terkait. Prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara, hukum internasional, serta perlindungan masyarakat sipil menjadi poin utama yang ditekankan Indonesia. Melalui keterlibatan aktif ini, diharapkan eskalasi dapat segera ditekan menuju de-eskalasi yang menjamin stabilitas jangka panjang di seluruh wilayah Timur Tengah.
Selain isu geopolitik, aspek perlindungan warga negara menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut. Menlu RI secara khusus menitipkan keselamatan sekitar 495 ribu WNI yang saat ini menetap dan bekerja di negara-negara GCC serta Yordania. Dukungan penuh dari pemerintah setempat sangat diharapkan guna memastikan perlindungan maksimal bagi para WNI di tengah situasi yang dinamis. Upaya diplomasi ini menegaskan komitmen Indonesia untuk tidak hanya berperan dalam perdamaian dunia, tetapi juga menjamin keamanan setiap rakyatnya di mancanegara.
(MC101 – Biro DSP)





















