PEKANBARU, Cakra101.com — Empat penerbang Skadron Udara 12 Wing Udara 3.1 Tempur sukses mencatatkan tonggak penting dengan melaksanakan terbang solo menggunakan pesawat tempur Rafale di Hanggar Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (27/4/2026). Keberhasilan tersebut menjadi simbol peningkatan kapabilitas TNI Angkatan Udara dalam penguasaan alutsista modern generasi terbaru.
Keempat penerbang yang berhasil menuntaskan terbang solo tersebut adalah Letkol Pnb Oliv Rizando, Letkol Pnb Rakhmanto Jati, Mayor Pnb Reza Yori, dan Mayor Pnb Andy Paulus. Pencapaian ini ditandai dengan tradisi penyiraman air kembang oleh Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.O.A.S.
Dalam sambutannya, Danlanud Roesmin Nurjadin menegaskan bahwa tradisi terbang solo bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi dari kematangan, kepercayaan diri, dan kesiapan operasional seorang penerbang dalam menjalankan misi pertahanan udara nasional.
Menurutnya, keberhasilan ini menandai kesiapan para penerbang sebagai garda terdepan pertahanan udara yang dituntut mampu mengoperasikan pesawat tempur modern dengan standar profesionalisme tinggi.
Danlanud juga menyoroti bahwa perkembangan peperangan udara saat ini semakin kompleks dengan integrasi sistem digital, sensor canggih, dan konsep network-centric warfare. Karena itu, penerbang modern tidak hanya harus piawai menerbangkan pesawat, tetapi juga wajib memiliki kemampuan adaptasi terhadap teknologi berbasis jaringan yang menjadi inti operasi udara masa depan.
Keberhasilan pelaksanaan terbang solo Rafale ini sekaligus menunjukkan komitmen TNI AU dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu mengoptimalkan kekuatan pesawat tempur generasi modern secara efektif.
Selain memberikan apresiasi kepada para penerbang, Danlanud RSN juga menyampaikan penghargaan tinggi kepada seluruh unsur pendukung, termasuk instruktur, teknisi, dan personel pendukung lainnya yang telah berperan besar dalam menjamin keberhasilan latihan tersebut.
Pencapaian ini menjadi langkah strategis dalam mendukung modernisasi kekuatan udara TNI AU, sekaligus memperkuat kesiapan operasional Indonesia dalam menghadapi tantangan pertahanan udara yang semakin dinamis dan berbasis teknologi tinggi.
Dengan keberhasilan ini, Skadron Udara 12 semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu elemen penting dalam penguatan postur pertahanan udara nasional menuju kekuatan yang lebih adaptif, modern, dan profesional.
(MC101 – Dispenau)